Pengertian Hukum Wakaf - Ditinjau dari segi bahasa waqaf berarti menanam, sedangkan secara syara’ waqaf merupakan menahan harta untuk dialih milikkan, yaitu dengan cara memindah hak tasharruf (penggunaan) dari pewaqaf (waqif) ke penerima waqaf (mauquf alaih) dengan tujuan mendekat diri kepada Allah Ta’ala. Waqaf hukumnya boleh dan memiliki tiga syaratPertama, harta yang diwaqafkan (mauquf) harus berupa barang yang dapat dimanfaatkan dan keadaannnya tetap (utuh, tahan lama). Oleh karena itu, waqif tidak boleh mewaqafkan uang atau makanan yang hanya sekali pemanfaatannya. Dari segi pemanfaatanya, mauquf dimanfaatkan dengan tujuan sesuai syara’j, bukan alat-alat untuk permainan ataupun perhiasan. Mauquf tidak disyaratkan memiliki kemanfaatan yang ada pada saat itu (aktual). Sehingga hukumnya sah mewaqafkan budak dan keledai yang masih kecil untuk diambil manfaatnya di kemudian hari.Kedua, Waqaf harus diberikan pada asal (mauquf alaih pertama) yang sudah wujud, dan far’ (mauquf alaih selanjutnya) yang tidak terputus (akan selalu ada).Sebagai contoh, waqif tidak boleh mewaqafkan barang kepada anaknya kemudian diwaqafkan kepada orang-orang miskin, sedangkan dia tidak memiliki anak. Contoh ini dinamakan dengan munqati’ al awwal (mauquf alaih yang pertamanya terputus).Berkaitan dengan contoh sebelumnya, jika wakif tidak menyebutkan kata “kemudian setelahnya diberikan pada fuqara’”, maka contoh ini adalah mungqathi’ awwal wal akhir (maukuf pertama dan akhir terputus).Ketiga, waqaf tidak dilakukan pada sesuatu yang diharamkan.Sesungguhnya waqaf tidak disyaratkan harus nampak jelas tujuan ibadahnya, bahkan yang penting tidak mengandung unsur maksiatnya, baik nampak jelas tujuan ibadahnya seperti waqaf kepada kaum fuqara’, atau tidak nampak jelas seperti waqaf kepada orang-orang kaya.Di dalam waqaf disyaratkan pula untuk tidak dibatasi dengan waktu. Misalnya, “aku waqafkan barang ini selama setahun.”, maka waqaf seperti ini tidak sah. Waqaf (penggunaannya) disesuaikan dengan apa yang disyaratkan oleh waqif pada barang tersebut. Misalnya, mendahulukan sebagian dari orang-orang yang mendapatkan waqaf seperti, “aku waqafkan pada anak-anakku yang paling wira’i.”, atau mengakhirkan sebagiannya, seperti “aku waqafkan kepada anak-anakku. Kemudian ketika mereka sudah tidak ada, maka kepada anak-anak mereka.”, atau menyamakan diantara seluruh mauquf alaih, seperti, “aku wakafkan kepada anak-anakku sama rata antara yang laki-laki dan yang perempuan.”, atau mengunggulkan sebagian anak-anaknya di atas sebagian yang lain seperti, “aku waqafkan kepada anak-anakku, yang laki-laki mendapatkan bagian dua kali lipat dari bagian yang perempuan.”Kajian Fiqih (Kitab Fathul Qorib)Oleh: Ustadz Hamzah AlfarisiJumat, 22 November 2019Editor : Mil
, ,

Fathul Qorib : Hukum Wakaf dan Pengertiannya

Pengertian Hukum Wakaf - Ditinjau dari segi bahasa waqaf berarti menanam, sedangkan secara syara’ waqaf merupakan menahan harta untuk dialih milikkan, yaitu dengan cara memindah hak tasharruf (penggunaan) dari pewaqaf (waqif) ke penerima…
KMNU IPB - “Mau diberi bantuan atau tidak, petani akan tetap menanam.”Kalimat itu muncul di cerita WA dari Gus Ridwan. Kiranya menjadi petani tidak pernah mudah sejak dahulu.Petani memang selalu dianggap rendah dari sudut manapun. Sejak dari anak-anaknya sendiri sampai pemimpinnya petani selalu dicap tidak bisa apa-apa.Nasib tak pernah diidolakan dari sudut manapun akan tetap melekat. Jangankan diidolakan, diakui jasanya saja tidak. Mungin sampai suatu saat tidak ada petani lagi .Respon pemerentah malahmenerbitkan UU Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan yang beberapa poin berpotensi merugikan petani sebagai pelestari keanekaragaman benih lokal dan tradisi pemuliaan tanaman secara tradisional. Maka dari itu, terus menanam menjadi sebuah bentuk perlawanan.Petani melawan dengan cara memberi makan yang dilawan. Seperti kisah suku Inca yang mengocorkan emas cair di mulut penjelajah Eropa yang rakus.Ini adalah bentuk perlawanan tingkat tinggi. Sekarang jelas siapa yang sebenarnya kalah.Bukankah tanpa petani kita semua modyar?Baca lebih lanjut“Download PDF Isi RUU SBPB 2019 yang Berpotensi Rugikan Petani”
,

Pertanian Berkelanjutan : Petani Tak Pernah Membenci

KMNU IPB - Pertanian Berkelanjutan “Mau diberi bantuan atau tidak, petani akan tetap menanam.” Kalimat itu muncul di cerita WA dari Gus Ridwan. Kiranya menjadi petani tidak pernah mudah sejak dahulu. Petani memang selalu…
KMNU IPB - “Mau diberi bantuan atau tidak, petani akan tetap menanam.”Kalimat itu muncul di cerita WA dari Gus Ridwan. Kiranya menjadi petani tidak pernah mudah sejak dahulu.Petani memang selalu dianggap rendah dari sudut manapun. Sejak dari anak-anaknya sendiri sampai pemimpinnya petani selalu dicap tidak bisa apa-apa.Nasib tak pernah diidolakan dari sudut manapun akan tetap melekat. Jangankan diidolakan, diakui jasanya saja tidak. Mungin sampai suatu saat tidak ada petani lagi .Respon pemerentah malahmenerbitkan UU Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan yang beberapa poin berpotensi merugikan petani sebagai pelestari keanekaragaman benih lokal dan tradisi pemuliaan tanaman secara tradisional. Maka dari itu, terus menanam menjadi sebuah bentuk perlawanan.Petani melawan dengan cara memberi makan yang dilawan. Seperti kisah suku Inca yang mengocorkan emas cair di mulut penjelajah Eropa yang rakus.Ini adalah bentuk perlawanan tingkat tinggi. Sekarang jelas siapa yang sebenarnya kalah.Bukankah tanpa petani kita semua modyar?Baca lebih lanjut“Download PDF Isi RUU SBPB 2019 yang Berpotensi Rugikan Petani”
,

KELAS PEMIKIRAN KMNU

Oleh : M. Zimamul adli “Kalau ada sumur diladang bolehlah kita menumpang mandi, Kalau Gus Zimam mau pulang, bolehlah beliau berbagi rezeki” KMNU IPB-Kelas Pemikiran KMNU IPB adalah satu dari beberapa forum diskusi yang diselenggarakan…
KMNU IPB - “Mau diberi bantuan atau tidak, petani akan tetap menanam.”Kalimat itu muncul di cerita WA dari Gus Ridwan. Kiranya menjadi petani tidak pernah mudah sejak dahulu.Petani memang selalu dianggap rendah dari sudut manapun. Sejak dari anak-anaknya sendiri sampai pemimpinnya petani selalu dicap tidak bisa apa-apa.Nasib tak pernah diidolakan dari sudut manapun akan tetap melekat. Jangankan diidolakan, diakui jasanya saja tidak. Mungin sampai suatu saat tidak ada petani lagi .Respon pemerentah malahmenerbitkan UU Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan yang beberapa poin berpotensi merugikan petani sebagai pelestari keanekaragaman benih lokal dan tradisi pemuliaan tanaman secara tradisional. Maka dari itu, terus menanam menjadi sebuah bentuk perlawanan.Petani melawan dengan cara memberi makan yang dilawan. Seperti kisah suku Inca yang mengocorkan emas cair di mulut penjelajah Eropa yang rakus.Ini adalah bentuk perlawanan tingkat tinggi. Sekarang jelas siapa yang sebenarnya kalah.Bukankah tanpa petani kita semua modyar?Baca lebih lanjut“Download PDF Isi RUU SBPB 2019 yang Berpotensi Rugikan Petani”
,

MAJUNYA PETERNAKAN INDONESIA SAMA DENGAN MERANGKUL PETERNAKAN RAKYAT

وَإِنَّ لَكُمْ فِي الْأَنْعَامِ لَعِبْرَةً نُسْقِيكُمْ مِمَّا فِي بُطُونِهِ مِنْ بَيْنِ فَرْثٍ وَدَمٍ لَبَنًا خَالِصًا سَائِغًا لِلشَّارِبِينَ…
KMNU IPB - “Mau diberi bantuan atau tidak, petani akan tetap menanam.”Kalimat itu muncul di cerita WA dari Gus Ridwan. Kiranya menjadi petani tidak pernah mudah sejak dahulu.Petani memang selalu dianggap rendah dari sudut manapun. Sejak dari anak-anaknya sendiri sampai pemimpinnya petani selalu dicap tidak bisa apa-apa.Nasib tak pernah diidolakan dari sudut manapun akan tetap melekat. Jangankan diidolakan, diakui jasanya saja tidak. Mungin sampai suatu saat tidak ada petani lagi .Respon pemerentah malahmenerbitkan UU Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan yang beberapa poin berpotensi merugikan petani sebagai pelestari keanekaragaman benih lokal dan tradisi pemuliaan tanaman secara tradisional. Maka dari itu, terus menanam menjadi sebuah bentuk perlawanan.Petani melawan dengan cara memberi makan yang dilawan. Seperti kisah suku Inca yang mengocorkan emas cair di mulut penjelajah Eropa yang rakus.Ini adalah bentuk perlawanan tingkat tinggi. Sekarang jelas siapa yang sebenarnya kalah.Bukankah tanpa petani kita semua modyar?Baca lebih lanjut“Download PDF Isi RUU SBPB 2019 yang Berpotensi Rugikan Petani”
,

Air dan Kehidupan

Bagaimana mungkin bumi haus air ? bukankah pada penampakan citra satelit bumi diselimuti dengan air ? karena 97,3 persen air laut yang tidak dapat dikonsumsi oleh manusia dan hanya kurang dari 3 persen komponen air tawar yang memadai untuk konsumsi…
KMNU IPB - “Mau diberi bantuan atau tidak, petani akan tetap menanam.”Kalimat itu muncul di cerita WA dari Gus Ridwan. Kiranya menjadi petani tidak pernah mudah sejak dahulu.Petani memang selalu dianggap rendah dari sudut manapun. Sejak dari anak-anaknya sendiri sampai pemimpinnya petani selalu dicap tidak bisa apa-apa.Nasib tak pernah diidolakan dari sudut manapun akan tetap melekat. Jangankan diidolakan, diakui jasanya saja tidak. Mungin sampai suatu saat tidak ada petani lagi .Respon pemerentah malahmenerbitkan UU Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan yang beberapa poin berpotensi merugikan petani sebagai pelestari keanekaragaman benih lokal dan tradisi pemuliaan tanaman secara tradisional. Maka dari itu, terus menanam menjadi sebuah bentuk perlawanan.Petani melawan dengan cara memberi makan yang dilawan. Seperti kisah suku Inca yang mengocorkan emas cair di mulut penjelajah Eropa yang rakus.Ini adalah bentuk perlawanan tingkat tinggi. Sekarang jelas siapa yang sebenarnya kalah.Bukankah tanpa petani kita semua modyar?Baca lebih lanjut“Download PDF Isi RUU SBPB 2019 yang Berpotensi Rugikan Petani”
,

Konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT), Salah Satu implementasi Rahmatan lil alamin kah?

Konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT), Salah Satu implementasi Rahmatan lil alamin kah? Sebagai bahan diskusi pada forum Nahdlatul Fikr, Jumat 10 April 2015 Oleh : Hasan Bisri, Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB   “Dan…
KMNU IPB - “Mau diberi bantuan atau tidak, petani akan tetap menanam.”Kalimat itu muncul di cerita WA dari Gus Ridwan. Kiranya menjadi petani tidak pernah mudah sejak dahulu.Petani memang selalu dianggap rendah dari sudut manapun. Sejak dari anak-anaknya sendiri sampai pemimpinnya petani selalu dicap tidak bisa apa-apa.Nasib tak pernah diidolakan dari sudut manapun akan tetap melekat. Jangankan diidolakan, diakui jasanya saja tidak. Mungin sampai suatu saat tidak ada petani lagi .Respon pemerentah malahmenerbitkan UU Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan yang beberapa poin berpotensi merugikan petani sebagai pelestari keanekaragaman benih lokal dan tradisi pemuliaan tanaman secara tradisional. Maka dari itu, terus menanam menjadi sebuah bentuk perlawanan.Petani melawan dengan cara memberi makan yang dilawan. Seperti kisah suku Inca yang mengocorkan emas cair di mulut penjelajah Eropa yang rakus.Ini adalah bentuk perlawanan tingkat tinggi. Sekarang jelas siapa yang sebenarnya kalah.Bukankah tanpa petani kita semua modyar?Baca lebih lanjut“Download PDF Isi RUU SBPB 2019 yang Berpotensi Rugikan Petani”
,

Peran Mahasiswa dalam Perekonomian Masyarakat

Kembali lagi dengan kami dalam sebuah diskusi yang dinanti-nanti oleh orang orang yang haus akan ilmu. Masih di tempat yang sama dan suasana yang hampir sama, pun dengan suara hujan dan hembusan angin yang ikut menyejukkan suasana diskusi kali…