Minum teh setelah makan sudah menjadi kebiasaan kita sehari-hari. Bahkan, tidak lengkap rasanya bila makan tanpa teh. Namun, apakah kalian tahu bahwa teh mengandung senyawa tertentu yang dapat mengganggu kerja usus ?

Sejarah Teh dan Macam-macamnya
Teh dengan nama ilmiah Camellia sinensis berasal dari Tiongkok. Kemudian, teh sampai ke indoneisa diibawa oleh Andreas Cleyer pada tahun 1664 dan ditanaman dalam skala besar di kebun Percobaan Cisurupan, Jawa Barat.

Teh berdasarkan tingkat oksidasinya dikelompokkan menjadi empat yaitu, teh putih, teh hijau, teh oolong, dan teh hitam. (1) Teh putih dibuat dari pucuk daun yang tidak teroksidasi. (2) Teh hijau dibuat dari pucuk daun yang mengalami proses oksidasi secara minimal dan dihentikan dengan proses pemanasan.

(3) Teh olong yaitu daun teh yang dibuat dengan cara mengoksidasi dengan kadar oksidasi antara teh hijau dan teh hitam. (4) Teh hitam adalah daun teh yang dioksidasi secara penuh (hampir 100%) sekitar dua minggu hingga satu bulan.

Pengaruh Teh Terhadap Aktivitas Enzim Pencernaan

Enzim pencernaan berfungsi untuk membantu proses pencernaan dalam tubuh. Untuk memahaminya, kita perlu paham tentang proses pencernaan terlebih dahulu. Selanjutnya, kita bahas pengaruh teh terhadap proses pencernaan baik pada pada kondisi sehat atau pada penyakit, khususnya diabetes.

Proses Pencernaan Karbohidrat
Makanan yang kita konsumsi seperti nasi mengandung karbohidrat kompleks. Karbohidrat di dalam mulut akan dipecah oleh enzim alfa-amilase menjadi disakarida atau oligosakarida. Setelah itu, keduanya akan ditelan dan melewati kerongkongan, lambung, dan usus. Di usus halus (intestinum), disakarida atau oligosakarida selanjutnya akan dipecah oleh enzim alfa-glukosidase menjadi monosakarida yaitu glukosa.

Glukosa akan diserap (absorbsi) oleh usus halus dan kemudian masuk ke pembuluh darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Dari penjelasan singkat ini, ada dua enzim kunci dalam pencernaan karbohidrat yaitu enzim alfa-amilase dan alfa-glukosidase. Tanpa kedua enzim tersebut, karbohidrat komplek tidak dapat diserap oleh tubuh.

Pengaruh Teh pada Orang Sehat

Berdasarkan hasil penelitian, seluruh jenis esktrak teh dapat menghambat kerja dua enzim kunci tersebut. Berdasarkan penelitian Jungbae Oh dkk (2015), teh mampu menghambat kerja enzim glukosidase dan alfa-amilase yang menganggu proses pencernaan karbohidrat. Daya hambat tertinggi ditunjukkan secara berurutan oleh teh hitam, teh oolong, dan teh hijau.

Menurut hasil penelitian Satoh dkk (2015) dari Hokkaido Pharmaceutical University School of Pharmacy mengungkapkan bahwa ekstrak teh mengandung senyawa phloretin dan phloridzin yang menganggu masuknya glukosa ke dalam usus.

Pada orang sehat, konsumsi teh dengan jumlah yg berlebihan dapat menggangu penyerapan glukosa ke usus. Namun, penghambatan masuknya glukosa ke dalam usus ini bermanfaat bagi seseorang yang sedang menjalankan program diet atau penderita diabetes.

Pengaruh Teh pada Penderita Diabetes

Pada orang sehat, meminum teh dapat menggangu penyerapan glukosa, namun justru pada penderita diabetes sangat bermanfaat. Mengapa? Karena penderita diabetes terjadi gangguan penyerapan glukosa oleh tubuh yang menyebabkan kadar glukosa yang tinggi di dalam darah.

Kadar glukosa tinggi ini dapat memperburuk penyakit diabetes yang dapat menstimulasi komplikasi. Oleh karena itu, minum teh sebelum atau bersamaan dengan mengkonsumsi karbohidrat dapat menghambat kerja enzim alfa-glukosidase dan alfa-amilase yang menyebabkan penyerapan glukosa terganggu dan kenaikan kadar glukosa darah dapat dicegah. Oleh karena itu, minum bermanfaat bagi penderita diabetes untuk mencegah naiknya kadar glukosa dalam darah.

Hamzah Alfarisi
Mahasiswa Sekolah Pascasarjana IPB

Salat tarawih di masjid

Ramadhan kali in dunia sedang berada di masa pandemi. Imbauan-imbauan beribadah #dirumahaja di media massa demi menekan laju penyebaran Covid-19. Begitu pula, salat tarawih yang biasa dilakukan di surau-surau bergeser menjadi #dirumahaja. Salat tarawih dapat dikerjakan secara munfarid (individu) ataupun secara berjamah. Terdapat perbedaan pendapat ulama tentang jumlah rakaat sholat tarawih, yaitu 8 rakaat atau 20 rakaat. Dua pendapat tersebut sama-sama memiliki dalil yang kuat. Pelaksanaan shalat tarawih dapat dilakukan 2 rakaat salam atau 4 rakaat salam, namun madzhab Syafi’i menguatkan pendapat pelaksanaan tarawih dengan 2 rakaat salam.

Dalam Tuntunan Ibadah pada bulan Ramadhan di Masa Darurat COVID-19 (2020) oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah (hlm. 43), pendapat bahwa salat tarawih dikerjakan 8 rakaat merujuk pada riwayat Aisyah bahwa Nabi SAW: “tidak pernah melakukan salat sunah di bulan Ramadan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat. Beliau salat empat rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana bagus dan indahnya. Kemudian beliau salat lagi empat rakaat, dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian beliau salat tiga rakaat.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Maksud salat empat rakaat sebanyak dua kali dalam hadis di atas adalah sholat tarawih. Adapun tiga rakaat setelahnya adalah salat witir. Sementara dalam Buku Saku Ramadan karya Ma’ruf Khozin, dalil salat tarawih 20 rakaat merujuk pada riwayat 4 tabiin, yaitu Said bin Yazid, Yazid bin Rauman, Yahya bin Said al-Qathan, dan Abdul Aziz bin Rafi’. Adapun riwayat Yazid bin Rauman berbunyi, “Umat Islam di masa (Khalifah) Umar bin Khattab RA beribadah di malam bulan Ramadan dengan 23 rakaat.” Maksud dari 23 rakaat dalam riwayat di atas adalah 20 rakaat untuk sholat tarawih dan tiga rakaat salat witir. Biasanya, tarawih 20 rakaat dikerjakan dengan melakukan sholat 2 rakaat sebanyak 10 kali. Kemudian, sholat witir dilaksanakan dua kali, masing-masing 2 rakaat dan 1 rakaat.

Umat muslim yang melaksanakan sholat tarawih berjamaah di rumah dipersilakan untuk mengikuti dua pendapat mengenai jumlah rakaat sholat tarawih di atas, sesuai dengan keyakinannya.

Urutan tata cara salat tarawih berjamaah adalah sebagai berikut:
a) Mengucapkan niat sholat tarawih sesuai dengan posisinya, sebagai imam atau makmum (sunnah)
b) Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram
c) Mengucap takbir saat takbiratul ihram
d) Membaca Surat Al-Fatihah dan kemudian membaca salah satu surat dalam Al-Qur’an (sunnah)
e) Rukuk
f) Itidal
g) Sujud pertama
h) Duduk di antara dua sujud
i) Sujud kedua
j) Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua (sunnah)
k) Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama
l) Salam pada rakaat kedua/rakaat keempat.

Salat tarawih di masjid

Masa pandemi COVID-19 membuat aktivitas yang umumnya bertatap muka beralih ke media daring seperti rapat, kuliah, bahkan mengaji. Namun, apakah kegiatan peribadatan seperti shalat berjamaah dapat dilakukan secara daring atau online?

Dalam Kifayatu Al-Akhyat (hlm 168-168), shalat dianggap sah bila:

1. Makmum mengetahui shalatnya imam.
Artinya makmum mengetahui pergerakannya imam secara langsung. Ini sudah dinash oleh imam Syafi’i dan sudah sepakat para ashbab syafi’i. Sedangkan batasan ‘mengetahui’ disini yaitu bisa dengan melihat imam secara langsung, melihat sebagian shaf, atau mendengarkan suaranya muballigh (penerus suara imam).

2. Makmum tidak berada di posisi yang mendahului imam.
Bila seorang makmum berada di posisi yang mendahului imam maka shalatnya batal menurut qoul jadid, seperti halnya keharama mendahului dalam gerakannya (imam). Bila posisi yg mendahului imam tersebut di tengah-tengah shalat terdapat khilaf. Pertama berpendapat sah dan ini adalah pendapat sahih. Kedua berpendapat batal. Bagaimana kalau sejajar ? Menurut Ibnu Rif’ah tidak apa-apa.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa kondisi makmum ini ada 3 keadaan:
1. Imam dan makmum di luar masjid
2. Imam di dalam masjid dan makmum di luar masjid
3. Imam dan makmum di dalam masjid.

Kondisi ke-3
Bila imam dan makmum sama sama berada dalam masjid maka hukumnya sah shalatnya makmum, baik shafnya terputus atau bersambung, sama juga (tetap sah) antara imam dan makmum terdapat penghalang atau tidak. Sama juga sah, keduanya berkumpul di satu tempat atau tidak. Bahkan, bila imam salat di atas menara dan makmum di dalam sumur, atau sebaliknya, jamaahnya tetap sah, karena keduanya berada dalam satu tempat, yaitu masjid.

Kondisi ke-2
Bila imam shalat di dalam masjid, dan makmum di luar masjid dan tidak ada penghalang di antara keduanya, maka jamaahnya sah, dengan syarat jaraknya tidak lebih dari 300 dzira’ (hasta) (kurang lebih 144 m, dengan asumsi 1 dzira’=48 cm). Jarak ini diukur dari posisi terakhir masjid menurut pendapat yang sahih.

Imam Nawawi dalam kitab Ar-Raudhah menjelaskan bila makmum berada di jalan yang bersambung dengan masjid maka dihukumi seperti tanah kosong menurut qoul sahih.

Kondisi ke-1
Imam dan makmum berada di luar masjid ada dua keadaan: (1) ruang terbuka, (2) ruang tidak terbuka. Bila di ruang terbuka maka jamaahnya sah dengan syarat tidak lebih dari 300 dzira’. Ruang tidak terbuka yang dimaksud seperti imam berdiri di halaman rumah dan makmum di rumah yang lain, atau keduanya berada di madrasah/rubath yang mencakup rumah-rumah. Maka imam berdiri di serambi dan makmum membuat shaf di belakangnya di serambi makmum.

Jadi kesimpulannya, apakah boleh jamaah online, imam berada di masjid memandu dengan speaker dan jamaah di rumahnya masing-masing?

Jawabannya tidak sah jamaahnya, karena
1. Makmum tidak mengetahui shalatnya imam atau mengetahui makmum yg tahu shalatnya imam,
2. Imam dan makmum berada di tempat yg berbeda-beda yg tidak pada kondisi 3, saling terpisah, dan tidak tahu satu dengan yg lain,
3. Posisi makmum juga tidak diketahui apakah di depan, di samping, atau di belakang imam.

Hamzah Alfarisi
(Khodim Ma’had Jawi)

#dirumahaja merupakan opsi terbaik untuk menghadapi wabah covid-19. Selain menjaga diri sendiri yang terpenting adalah menjaga orang lain agar tidak tertulari virus yang mungkin kita bawa. Nah, selama di rumah hal apa saja yang bisa kita lakukan? Bekerja dari Rumah (WFH) Perlu diingat bahwa work from home ini tidak bisa dilakukan semua orang meskipun menjaga diri dan orang lain adalah kewajiban setiap umat. Hal ini dikarenakan tidak semua orang bekerja di tempat yang memperbolehkan pekerjanya bekerja dari rumah. Nah untuk pekerjaannya harus keluar rumah tetap waspada ya. Selain hati, ada kesehatan juga yang harus dijaga. Belajar dan Ujian dari Rumah #dirumahaja bukan berarti libur corona ya gaes. Kampus tidak meliburkan mahasiswanya, namun mengganti metode belajar menjadi daring. UKT yang sudah dibayar jangan sampai disia-siakan dengan malas-malasan. Mengirim Artikel ke Redaksi KMNU IPB Berkarya tidak harus dengan menulis artikel lalu mengirimkannya ke redaksi KMNU IPB, tetapi ini adalah opsi. Kamu juga bisa berkarya sesuai hobimu, bisa dengan buat desain-desain, gambar, video, atau yang lainnya sesuai hobimu. Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pola hidup bersih dan sehat dapat diterapkan dengan cara-cara sederhana dan dimulai dari lingkungan rumah anda seperti mencuci tangan, menjaga kebersihat toilet, menjaga kebersihat mulut, dan menjaga kebersihan badan. Menonton Video di YouTube Daripada gabut ­­ra jelas, mending kita isi waktu kita dengan menonton video-video yang bermanfaat di YouTube. Rekomendasinya untuk yang suka sesuatu yang berbau sosial-kreatif kalian bisa buka kanal Froyonion dan cretivox. Untuk yang suka podcast bisa mampir ke kanal Youtube-nya Deddy Corbuzier dan Raditya Dika. Jika kamu menyukai hal yang berbau klenik tapi mengandung unsur sejarah silahkan ke Kisah Tanah Jawa. Terakhir jika kamu tidak mempunyai kuota internet silahkan membeli terlebih dahulu, jangan sampai kamu membuka dan menunggu video berputar sampek tuwek tetapi tidak mempunyai paket internet. Karena sesungguhnya anda telah melakukan sesuatu yang tidak berguna. Membaca Qur’an Qur’an merupakan obat hati dari Allah SWT yang sangat ampuh menyembuhkan penyakit hati. Karena selain jasadmu yang harus sehat, hatimu juga harus sehat. Apalagi untuk para jomblo, hati itu ibarat rumah. Jika rumahmu kotor dan rusak siapa yang akan mau menetap, begitupun dengan hati. Membaca Buku Membaca adalah hal penting dalam kehidupan manusia untuk menambah pengetahuan dan mendapatkan informasi. Buku sebagai jendela dunia pasti sudah tidak asing lagi, karena dengan buku, pembaca seakan dapat menikmati pengalaman di dunia lain, di dunia yang ia tak pernah pijakan kakinya tetapi dapat ia rasakan dan pikirkan, dan, tentu saja dapat diambil manfaatnya. Namun buku juga dapat menjadi pulau-pulau jika dipakai untuk bantalan. Sesuaikan dengan Kebutuhan Kamu Setiap orang tentunya mempunyai aktifitas dan kebutuhan yang berbeda-beda. Jadi tetaplah melakukan kegiatan makan, minum, mandi, dan rebahan di rumah masing-masing. Selalu Memberi Kabar Kepada Keluarga              Kominfo/MA

#dirumahaja merupakan opsi terbaik untuk menghadapi wabah covid-19. Selain menjaga diri sendiri yang terpenting adalah menjaga orang lain agar tidak tertulari virus yang mungkin kita bawa. Nah, selama di rumah hal apa saja yang bisa kita lakukan?

Bekerja dari Rumah (WFH)

Perlu diingat bahwa work from home ini tidak bisa dilakukan semua orang meskipun menjaga diri dan orang lain adalah kewajiban setiap umat. Hal ini dikarenakan tidak semua orang bekerja di tempat yang memperbolehkan pekerjanya bekerja dari rumah. Nah untuk pekerjaannya harus keluar rumah tetap waspada ya. Selain hati, ada kesehatan juga yang harus dijaga.

Belajar dan Ujian dari Rumah

#dirumahaja bukan berarti libur corona ya gaes. Kampus tidak meliburkan mahasiswanya, namun mengganti metode belajar menjadi daring. UKT yang sudah dibayar jangan sampai disia-siakan dengan malas-malasan.

Mengirim Artikel ke Redaksi KMNU IPB

Berkarya tidak harus dengan menulis artikel lalu mengirimkannya ke redaksi KMNU IPB, tetapi ini adalah opsi. Kamu juga bisa berkarya sesuai hobimu, bisa dengan buat desain-desain, gambar, video, atau yang lainnya sesuai hobimu.

Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Pola hidup bersih dan sehat dapat diterapkan dengan cara-cara sederhana dan dimulai dari lingkungan rumah anda seperti mencuci tangan, menjaga kebersihat toilet, menjaga kebersihat mulut, dan menjaga kebersihan badan.

Menonton Video di YouTube

Daripada gabut ­­ra jelas, mending kita isi waktu kita dengan menonton video-video yang bermanfaat di YouTube. Rekomendasinya untuk yang suka sesuatu yang berbau sosial-kreatif kalian bisa buka kanal Froyonion dan cretivox. Untuk yang suka podcast bisa mampir ke kanal Youtube-nya Deddy Corbuzier dan Raditya Dika. Jika kamu menyukai hal yang berbau klenik tapi mengandung unsur sejarah silahkan ke Kisah Tanah Jawa. Terakhir jika kamu tidak mempunyai kuota internet silahkan membeli terlebih dahulu, jangan sampai kamu membuka dan menunggu video berputar sampek tuwek tetapi tidak mempunyai paket internet. Karena sesungguhnya anda telah melakukan sesuatu yang tidak berguna.

Membaca Qur’an

Qur’an merupakan obat hati dari Allah SWT yang sangat ampuh menyembuhkan penyakit hati. Karena selain jasadmu yang harus sehat, hatimu juga harus sehat. Apalagi untuk para jomblo, hati itu ibarat rumah. Jika rumahmu kotor dan rusak siapa yang akan mau menetap, begitupun dengan hati.

Membaca Buku

Membaca adalah hal penting dalam kehidupan manusia untuk menambah pengetahuan dan mendapatkan informasi. Buku sebagai jendela dunia pasti sudah tidak asing lagi, karena dengan buku, pembaca seakan dapat menikmati pengalaman di dunia lain, di dunia yang ia tak pernah pijakan kakinya tetapi dapat ia rasakan dan pikirkan, dan, tentu saja dapat diambil manfaatnya. Namun buku juga dapat menjadi pulau-pulau jika dipakai untuk bantalan.

Sesuaikan dengan Kebutuhan Kamu

Setiap orang tentunya mempunyai aktifitas dan kebutuhan yang berbeda-beda. Jadi tetaplah melakukan kegiatan makan, minum, mandi, dan rebahan di rumah masing-masing.

Selalu Memberi Kabar Kepada Keluarga

 source : titikdua.net

Kominfo/MA

Corona virus (virus corona) mampu bertahan di udara hingga 3 jam, di atas tembaga bertahan 4 jam, dan di atas kardus selama 24 jam.

Corona virus (virus corona) mampu bertahan di udara hingga 3 jam, di atas tembaga bertahan 4 jam, dan di atas kardus selama 24 jam. Coronavirus mampu bertahan di permukaan seperti plastik, stainless steel selama 3 hari. Jika COVID-19 sama dengan coronavirus yang lain seperti SARS atau MERS, ia mampu bertahan di permukaan seperti kaca dan metal selama 9 hari.

Menariknya, sangat sedikit bayi yang baru lahir nampaknya sakit karena coronavirus yang baru. Bayi yang berumur 1-11 bulan kurang mudah diserang dengan virus ini. Hal ini diduga karena paru-parunya belum mengekspresikan reseptor tertentu yang berfungsi sebagai jalan masuknya virus ke dalam paru-paru.

Infeksi menimbulkan risiko yang besar untuk orang yang berumur lebih dari 60 tahun. Hal ini karena berhubungan dengan sistem kekebalan tubunya yang lemah. Selain itu, juga meningkatkan inflamasi yang dapat meningkatkan replikasi virus.

Salah satu studi menunjukkan bahwa pasien yang menderita diabetes atau gangguan jantung koroner cenderung meninggal akibat infeksi COVID-19. Studi lain mengungkapkan bahwa bila rekomendasi karantina selama 14 hari adalah layak, sebesar 1% akan mengalami gejala setelah selesai dari karantina 14 hari, yang menjelaskan mengapa beberapa tes positif yang dipulihkan untuk virus nanti

Dokter menemukan bahwa beberapa pasien yang sembuh mungkin mengalami penurunan fungsi paru-paru. Kapasitas paru-paru menurun dari 20-30% sampai 3 pasien. Mereka terengah-engah jika mereka berjalan cepat.

Studi yang masih menjadi kontroversi menyatakan bahwa coronavirus bermutasi menjadi 2 galur, yaitu tipe L dan S. Tipe L merupakan galur baru dan lebih agresif dari pada tipe S. Seseorang dengan gejala menengah tampaknya diinfeksi oleh tipe S, sedangkan gejala parah diinfeksi oleh tipe L. Sekitar 70% infeksi adalah agresif dan disebabkan oleh tipe L. Para ahli menarik klaim ini karena itu mungkin dihasilkan dari kesalahan pada analisis data. Jika virus terus menerus bermutasi, semua usaha untuk membuat vaksin akan sia-sia.

Berdasarkan studi yang lain , penempatan Wuhan di bawah penguncian di akhir januari membantu memperlambat penyebaran infeksi COVID-19 sekitar 80%. Studi mendorong perubahan perilaku dan intervensi kesehatan publik, seperti deteksi awal, isolasi, dan cuci tangan secara reguler

Beberapa studi mengkalim bahwa suhu dan kelembapan yang tinggi mungkin menurunkan transmisi COVID-19, mengindikasikan bahwa tibanya musim panas dan musim penghujan pada belahan bumi utara dapat menurunkan transmisi COVID-19.

Alih bahasa : @alfarisi_hamzah
Sumber: video Hashem Al-Ghaili, fb.com/sciencenaturepage

Hari Hutan Internasional diperingati pada 21 Maret setiap tahunnya. Penetapan ini berdasarkan pada hasil Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi Nomor 67/200 Tahun 2012. Tujuan ditetapkannya Hari Hutan Internasional adalah untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keberadaan semua jenis hutan dan pohon di luar hutan. Berdasarkan UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Jika kita berbicara tentang hutan, maka kita tidak hanya membicarakan tentang kawasannya saja, tetapi meliputi seluruh komponen yang menjadi penyusun ekosistem hutan tersebut seperti tumbuhan, satwa, dan seluruh keanekaragaman hayati yang ada di dalam hutan. Di Indonesia, luasan hutan berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sekitar 125,9 juta hektare (ha) atau seluas 63,7% dari luasan Indonesia. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, meliputi keanekaragaman hayati flora maupun fauna yang ada. Hutan Indonesia ditumbuhi 11% spesies tumbuhan, 12% mamalia, 15% herpetofauna, serta 17% burung dari total populasi dunia. Hal tersebut merupakan modal dasar bagi bangsa Indonesia untuk dapat mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) di bidang hutan tropika. Hutan-hutan tersebut juga memberikan banyak produk seperti kayu, buah, sayuran, kacang-kacangan, rempah-rempah, obat-obatan, minyak atsiri, pakan ternak, tumbuhan pewarna, pestisida, dan lain-lain. Keanekaragaman hayati yang ada di dalam hutan tersebut merupakan sarana untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia. Dalam ilmu etnobiologi, masyarakat di Indonesia telah lama berinteraksi dengan ekosistem hutan, sehingga muncul pengetahuan lokal tentang pemanfaatan keanekaragaman hayati yang ada di dalam hutan berdasarkan pengalaman masyarakat selama puluhan bahkan ratusan tahun serta melalui proses seleksi dan adaptasi. Pengetahuan lokal (tradisional) masyarakat tersebut harus dijadikan sebagai soko guru (modal dasar) dalam pengembangan industri dan perekonomian negara, khususnya di bidang pangan dan obat. Menurut Hidayat et al. (2010) sesungguhnya lebih dari 6000 spesies tumbuhan dan hewan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Hutan Indonesia telah menyediakan pangan dan obat yang dapat dijadikan sebagai komoditas unggulan pada masing-masing lokasi yang khas dan spesifik. Berdasarkan data penelitian yang dilakukan oleh Hidayat et al. (2010), terdapat lebih dari 100 spesies tumbuhan biji-bijian, sagu, dan umbi-umbian penghasil tepung dan gula, lebih dari 100 spesies tumbuhan kacang-kacangan sebagai penghasil protein dan lemak, 450 spesies tumbuhan buah-buahan sebagai sumber vitamin dan mineral, lebih dari 250 spesies tumbuhan sayur-sayuran sebagai sumber vitamin dan mineral, 70 spesies tumbuhan bumbu dan rempah-rempah, serta 40 spesies tumbuhan bahan minuman. Seluruh potensi keanekaragaman hayati hutan Indonesia tersebut sudah sepatutnya kita manfaatkan untuk mendukung perbaikan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Kekayaan hutan Indonesia harus dikelola dan dimanfaatkan secara adil dan lestari guna mendukung pembangunan berkelanjutan. Sudah sepatutnya kita fokus pada pengembangan potensi lokal hutan Indonesia yang sangat kaya dan beragam, dimana pada setiap tempat memiliki kekhasan masing-masing yang barangkali satu tempat berbeda dengan tempat yang lainnya. Hutan dan keanekaragaman hayati merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, jika hutan lestari maka keanekaragaman hayati akan tetap terjaga. Pada momen Hari Hutan Internasional ini mari kita berpikir untuk mengembangkan potensi hutan Indonesia dengan tetap menjaga kelestariannya. Bukan hutan rusak yang kita takutkan; tetapi moral, akhlak, dan iman rusak itulah yang kita takutkan (Prof. Dr. Ir. Ervizal AM Zuhud, MS)

KMNU IPB – Hari Hutan Internasional diperingati pada 21 Maret setiap tahunnya. Penetapan ini berdasarkan pada hasil Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi Nomor 67/200 Tahun 2012. Tujuan ditetapkannya Hari Hutan Internasional adalah untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keberadaan semua jenis hutan dan pohon di luar hutan.

Berdasarkan UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Jika kita berbicara tentang hutan, maka kita tidak hanya membicarakan tentang kawasannya saja, tetapi meliputi seluruh komponen yang menjadi penyusun ekosistem hutan tersebut seperti tumbuhan, satwa, dan seluruh keanekaragaman hayati yang ada di dalam hutan. Di Indonesia, luasan hutan berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sekitar 125,9 juta hektare (ha) atau seluas 63,7% dari luasan Indonesia.

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, meliputi keanekaragaman hayati flora maupun fauna yang ada. Hutan Indonesia ditumbuhi 11% spesies tumbuhan, 12% mamalia, 15% herpetofauna, serta 17% burung dari total populasi dunia. Hal tersebut merupakan modal dasar bagi bangsa Indonesia untuk dapat mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) di bidang hutan tropika. Hutan-hutan tersebut juga memberikan banyak produk seperti kayu, buah, sayuran, kacang-kacangan, rempah-rempah, obat-obatan, minyak atsiri, pakan ternak, tumbuhan pewarna, pestisida, dan lain-lain. Keanekaragaman hayati yang ada di dalam hutan tersebut merupakan sarana untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia.

Dalam ilmu etnobiologi, masyarakat di Indonesia telah lama berinteraksi dengan ekosistem hutan, sehingga muncul pengetahuan lokal tentang pemanfaatan keanekaragaman hayati yang ada di dalam hutan berdasarkan pengalaman masyarakat selama puluhan bahkan ratusan tahun serta melalui proses seleksi dan adaptasi. Pengetahuan lokal (tradisional) masyarakat tersebut harus dijadikan sebagai soko guru (modal dasar) dalam pengembangan industri dan perekonomian negara, khususnya di bidang pangan dan obat. Menurut Hidayat et al. (2010) sesungguhnya lebih dari 6000 spesies tumbuhan dan hewan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

Hutan Indonesia telah menyediakan pangan dan obat yang dapat dijadikan sebagai komoditas unggulan pada masing-masing lokasi yang khas dan spesifik. Berdasarkan data penelitian yang dilakukan oleh Hidayat et al. (2010), terdapat lebih dari 100 spesies tumbuhan biji-bijian, sagu, dan umbi-umbian penghasil tepung dan gula, lebih dari 100 spesies tumbuhan kacang-kacangan sebagai penghasil protein dan lemak, 450 spesies tumbuhan buah-buahan sebagai sumber vitamin dan mineral, lebih dari 250 spesies tumbuhan sayur-sayuran sebagai sumber vitamin dan mineral, 70 spesies tumbuhan bumbu dan rempah-rempah, serta 40 spesies tumbuhan bahan minuman. Seluruh potensi keanekaragaman hayati hutan Indonesia tersebut sudah sepatutnya kita manfaatkan untuk mendukung perbaikan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Kekayaan hutan Indonesia harus dikelola dan dimanfaatkan secara adil dan lestari guna mendukung pembangunan berkelanjutan. Sudah sepatutnya kita fokus pada pengembangan potensi lokal hutan Indonesia yang sangat kaya dan beragam, dimana pada setiap tempat memiliki kekhasan masing-masing yang barangkali satu tempat berbeda dengan tempat yang lainnya. Hutan dan keanekaragaman hayati merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, jika hutan lestari maka keanekaragaman hayati akan tetap terjaga. Pada momen Hari Hutan Internasional ini mari kita berpikir untuk mengembangkan potensi hutan Indonesia dengan tetap menjaga kelestariannya.

Bukan hutan rusak yang kita takutkan; tetapi moral, akhlak, dan iman rusak itulah yang kita takutkan (Prof. Dr. Ir. Ervizal AM Zuhud, MS)

Penulis : Primadhika Al Manar

Divisi Bioprospeksi dan Konservasi Tumbuhan Tropika, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan IPB

PUSTAKA

Hidayat S, Hikmat A, Zuhud EAM. 2010. Hutan sebagai sumber pangan. Paper. Belum dipublikasikan.

https://kmnuipb.or.id/10-mitos-dan-salah-paham-coronavirus/

Paktisi teknologi informasi sekaligus Nahdliyin asal Gresik, Ainun Najib, inisiator kawalcovid19.id bersama dengan @id_pemimpin melakukan siaran langsung di Twitter melalui akun pribadinya (18/3). Kawal COVID-19 merupakan gerakan sukarela warganet yang terdiri dari praktisi kesehatan, akademisi, dan profesional untuk menghimpun data dan menjadi sumber informasi secara tepat dan akurat mengenai COVID-19 di Indonesia.

Ainun menyampaikan dalam siaran langsungnya bahwa COVID-19 ini perlu menjadi fokus bersama karena virus ini termasuk dalam kategori optimum dalam penyebaran maupun tingkat mematikannya. Dikatakan optimum karena virus ini mudah dan sangat cepat penyebarannya sedangkan mayoritas orang yang terifeksi tidak menunjukkan gejala. R0 virus ini bernilai 2,3 yang artinya, paling tidak, satu orang yang terinfeksi COVID-1D dapat menularkan 2 orang lainnya.

“Asumsikan Anda sudah mempunyai [terinfeksi] virusnya,” ungkap Ainun. Ia mengharapkan dengan merasa sudah terinfeksi virus, orang akan melakukan social distancing dan tidak melakukan interaksi dengan orang yang rentan.

Tidak terdeteksinya gejala menyebabkan orang yang sehat ternyata dapat menularkan virus kepada orang yang rentan, “killing target” virus ini. Orang yang rentan menderita karena COVID-19 yaitu orang berusia >60 tahun, penderita darah tinggi, penyakit ginjal, dan penyakit pernapasan.

Orang sehat terinfeksi yang menyebabkan banyak orang lain terinfeksi disebut super spreader. Contoh kasus yang terjadi adalah pasien nomor 31 di Korea Selatan dan Jamaah Tabligh di Malaysia. Hal ini yang dapat membuat lonjakan penderita dalam waktu singkat.

Tim Kawal COVID-19 memperkirakan puncak epidemi di Indonesia, ketika orang yang terinfeksi mencapai jumlah tertinggi. Diperkirakan puncak ini terjadi tiga pekan ke depan. Pada puncak epidemi, setiap hari akan ada 59.000 pasien yang  memerlukan  perawatan ICU namun tidak mendapatkannya sehingga meningkatkan persentase kematian. Hal ini dapat terjadi jika tidak ada kebijakan social distancing secara ekstrem.

“Maukah Anda menjad wasilah, menjadi medium virus ini, yang pada akhirnya akan mematikan banyak orang? Anda pasti tidak mau itu kan?” tegas Ainun. Orang yang paling berisiko terinfeksi adalah orang-orang terdekat kita. “Jaga jarak adalah satu-satunya cara yang terbukti ampuh untuk slow down,” tambah Ainun.

Siaran langsung secara lengkap dapat disimak di tautan ini.