Categories
Berita Uncategorized

BUDAYA MASA LAMPAU YANG DITINGGALKAN

Oleh Ahmad Firdaus

Bogor (13/3), KMNU IPB kembali melakukan kegiatan sosial masyarakat berupa pengabdian di bawah divisi ekternal (M Kholilur Rahman, depatemen Agribisnis Institut Pertanian Bogor). Yuli Setyaningsih mahasiswa departemen Agronomi dan Hortikultura mengajak anak-anak untuk melakukan sholat dhuha dan rutinitas biasanya. Yuli mengajarkan kepada anak-anak untuk selalu pamit kepada orang tua apabila hendak pergi keluar rumah, baik akan berangkat sekolah atau pulang sekolah. Dalam hal ini, yuli menekankan kepada anak-anak untuk memohon ijin kepada orang tua sebab budaya semacam ini mulai hilang. Anak anak juga dilatih untuk belajar menghargai orang lain dengan meminta izin apabila akan lewat di depan orang yang lebih tua. Hal ini dimaksudkan untuk lebih hormat dan patuh. Ke depan, anak-anak diharapkan memiliki karakter yang berakhakul karimah dan berjiwa sosial yang tinggi.

Wahyu Wulaningsih, mahasiswa departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen menyampaikan bahwa pengajaran tidak seharusnya monoton terlebih usia anak-anak masih tahap bermain. Lebih baik lagi kalau bermain sambil belajar. Namun, hal tersebut menurut Wulan juga harus sesuai kondisi anak-anak, terkadang anak-anak semangat, terkadang juga malas. Untuk itu, pengajar harus pandai-pandai menghadapi sikap anak-anak yang berbeda-beda. Wulan tadi pagi juga mengajarkan kepada anak-anak tentang bagaimana mengetahui kepribadian mereka melalui tes menggambar dengan pola-pola tertentu.

“Kehidupan anak seharusnya bisa bergerak bebas agar terbentuk karakter yang kreatif dan aktif” (Kepala Nahdlatul Athfal)

Leave a Reply

Your email address will not be published.