Categories
Opini Uncategorized

BIJAK GUNAKAN AIR = SELAMATKAN BUMI

Oleh Mamluatun Nurrohmah

Pemanfaatan air di Indonesia sangat tinggi pada lahan pertanian, industri, dan kebutuhan sehari-hari. Air dalam dunia pertanian biasanya digunakan untuk mengirigasi sawah meskipun ada juga yang hanya mengandalkan air hujan.Peran air dalam industri yaitu sebagai bahan baku dalam pembuatan minuman oleh perusahaan air bersih di Indonesia dengan total air yang tersalurkan pada tahun 2014 sebesar 3,3 milyar meter kubik.

Konsumsi air untuk rumah tangga sebagai minum dan MCK cukup tinggi melihat air sebagai kebutuhan mutlak bagi manusia. Jika UNESCO sendiri pada tahun 2002 telah menetapkan hak dasar manusia atas air bersih yaitu sebesar 60 liter/orang/hari maka dengan total penduduk Indonesia sebesar 250 juta jiwa berarti kita menghabiskan sekitar 15triliun liter perhari. Suatu ukuran yang fantastis namun diabaikan dan tanpa disadari hal tersebut sudah terjadi sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Pemakaian air tersebut kebanyakan menggunakan air bawah tanah. Bila tidak diimbangi dengan pengisian kembali air tanah lambat laun akan terjadi bencana kekeringan yang tinggal menunggu waktu. Padahal kita tidak bisa hidup tanpa mengonsumsi air.

Kita juga tidak menyadari bahwa sebenarnya air yang berada di dalam tanah berasal dari air hujan. Bila air berprinsip bahwa air di daratan itu berasal dari laut maka bila tidak terjadi hujan bisa diprediksi akan terjadi kekeringan seperti daerah yang memiliki curah hujan rendah yaitu Nusa Tenggara barat dan Nusa Tenggara Timur.

            Kita sering tidak berpikir bahwa air dalam tanah adalah air yang tersimpan dari proses hujan yang masuk ke tanah selama ribuan tahun. Bila pengurasan air tanah semakin besar tanpa diimbangi dengan pemasukan air maka cadangan air dalam tanah akan semakin habis. Apakah ada jaminan kelak anak cucu kita akan dapat mengonsumsi air bersih? Untuk itu, Mari kita bijak dalam menggunakan air sebelum sesuatu yang paling buruk terjadi meskipun sekarang sudah mulai tampak gejala-gejalanya. Lakukan sekarang atau menunggu bencana datang?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.