Categories
Uncategorized

BERASAL DARI TANAH DAN KEMBALI KE TANAH

Oleh Siti khoirun Nisa’

Sebagai seorang terpelajar tentunya kita tahu bahwa kita berasal dari sari pati

tanah. Hal ini sesuai dengan firman Allah “Dan sesungguhnya Kami telah

menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah” (Qs. Al-Mu’minun:

12”. Dimana kita berasal disitu pula kita akan kembali. Sering kita mendengar istilah

tanah, namun apa yang ada difikiran kita tentang tanah?. Kebanyakan yang ada

dipikiran orang mengenai tanah adalah tanah itu kotor, tanah itu tempatnya cacing,

dan masih banyak hal negatif lain yang ada dipikiran orang-orang. Sekalipun banyak

hal negatif yang dipikirkan oleh orang-orang namun kita tahu bahwa “Allah tidak

mungkin menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Begitu juga aku dan kamu tidak

mungkin diciptakan dengan sia-sia :D”.

Perlu kita ketahui bahwa tanah adalah penopang kehidupan manusia di bumi

dan seluruh yang ada di muka bumi. Bahwasnya makhluk hidup membutuhkan

makanan, dari mana asal makanan tersebut? Tentunya dari tanah. Memang pada

jaman sekarang ini semakin berkembangnya IPTEK manusia bisa menumbuhkan

tanaman dengan media tanpa tanah, akan tetapi apakah semua kebutuhan makanan

manusia di bumi ini bisa terpenuhi tanpa adanya tanah? Jawabannya sudah tentu

tidak. Apabila tidak percaya silahkan buktikan sendiri :D.

Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan tanah? Menurut para ahli tanah,

tanah didefinisikan sebagai tubuh alam berdimensi dalam dan luas yang merupakan

hasil hancuran dan sintesis batuan dan sebagai habitat tanaman. Lalu apa bedanya

tanah dengan lahan? Pastinya kita lebih sering mendengar istilah tanah dari pada

lahan bukan? Lahan dan tanah ternyata berbeda. Definisi lahan adalah suatu area

dipermukaan bumi yang meliputi air, udara, dan tanah yang dimanfaatkan oleh

manusi di masa lampau atau pun di masa kini. Jadi sekarang kita tahu bahwa selama

ini istilah yang sering kita ucapkan ternyata salah. Harusnya kita menyebut lahan

bukan tanah, karena tanah hanya bagian dari lahan. Apabila kita menjual tanah maka

tanah yang dimaksud adalah tanah yang dimasukkan ke dalam karung untuk

menguruk jalan misalnya. Namun apabila kita ingin membeli tanah untuk dijadikan

pemukiman maka istilah yang benar untuk menyebutnya adalah membeli lahan bukan

tanah. Fahimtum? Fahimna lah ya .

Apa hubungan tanah dengan tanaman, hewan, manusia dan makhluk hidup

yang lain? Tentunya hubungannya sangat banyak. telah dijelaskan sebelumnya bahwa

tanah adalah habitat tanaman sedangkan tanaman adalah makanan bagi hewan dan

manusia, lebih tepatnya kita sebut tumbuhan bukan tanaman karena tanaman adalah

tumbuhan yang dibudidayakan sedangkan tumbuhan itu flora yang tumbuhnya liar

dan bersifat alami. Jelas bahwa makhluk hidup di bumi tidak bisa dipisahkan dengan

Bagaimana proses terbentuknya tanah? Tanah terbentuk oleh lima faktor,

yaitu: iklim, bahan induk, topografi, organisme, dan waktu. Iklim mempengaruhi

proses terbentuknya tanah, daerah tropis dan sub tropis tentunya tanahnya berbeda.

Bahan induk merupakan faktor paling dasar yang menentukan jenis tanah, apabila

bahan induk suatu tanah adalah batuan mafik (batuan basa/ fero magnesian) maka

akan terbentuk tanah basa sedangkan jika tanah berasal dari batuan felsik maka akan

terbentuk tanah yang masam. Tanah terbentuk dari batuan yang melapuk selama

ratusan bahkan sampai jutaan tahun. Proses terbentuknya tanah dibutuhkan waktu

yang sangat lama. Jika kita mengetahui bahwa proses terbentuknya tanah sangat lama

maka kita harus menjaga tanah kita. Apabila tanah kita rusak maka kehidupan di

bumi juga tidak stabil. Yah, inilah sedikit pengantar dasar-dasar ilmu tanah :D.

Bapak presiden kita yang pertama, yaitu Bapak Soekarno dalam pidatonya

beliau mengatakan bahwa “masalah pangan adalah masalah hidup dan mati”. Dari

kalimat tersebut mempunyai makna yang sangat dalam. Intinya jaga tanah kita, jaga

bumi kita, jangan menebar kerusakan dibumi ini. Allah telah berfirman “Telah

nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan

(maksiat) manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat)

perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS Ar Ruum:41).

Ingatlah kita bahwa hidup di dunia hanyalah sementara maka hendaknya kita mengisi

kehidupan kita di dunia dengan perbuatan yang baik-baik saja sebelum ajal

menjempu kita. Ingatlah akan kematian, ingatlah bahwa kita semua akan kembali ke

tanah. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah “Dialah Yang menciptakan kamu dari

tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang

ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih

ragu-ragu (tentang berbangkit itu)” (Qs Al-‘An’am:2). Sekian dan terima kasih .

Leave a Reply

Your email address will not be published.