Categories
KMNU IPB

Pengurus 2016-2017 Kabinet Al-Ghozaliyyah

SUSUNAN KEPENGURUSAN KMNU IPB 2016/2017

 

Ketua               : Ikbal Muzaki

Wakil Ketua    : Muhammad Tajuddin

Sekretaris 1     : Mamluatun Nurrohmah

Sekretaris 2     : Himmatul Ulya

Bendahara 1    : Dwi Wirastuti

Bendahara 2    : Tisngatul Aliyah

                   DIVISI KASTRAD

 Kadiv              : Abdul Habib Luthfi

Sekdiv             : M. Ainun Na’im

Staf                 : Isra Miyanti

Sri Ilmi

Samsu Prasetyo

Bayu Chairu M

Salma F.L

                   DIVISI BISNIS

 Kadiv              :  M Syukron Fauzi

Sekdiv             : Panji Saputera

Staf                 : Amar Ma’ruf M

Irsyadul Ibad

Mahmudah

Aldiani Lina Fauziyah

Kartini

Sitta Mujahid

                   DIVISI KOMINFO

 Kadiv              : Fathurrohmah

Sekdiv             : M. Kholili

Staf                 : Efi Susiyanti

Ardan maulana

Yunaeni

Mauludiyyatus Syarifah

                   DIVISI PSDM

Kadiv              : Tri Prasetiawan

Sekdiv             : Ismu Zamzami

Staf                 : Karimatul Shofia Irsyad

Sayyid Al Bahr M

Wahyu Wulaningsih

Reza Kurnia R

Azib Ernawati

                   DIVISI EKSTERNAL

Kadiv              : Janu Saefulloh

Sekdiv             :Syafik Ashar

Staf                 : Alam

Nur Fuji Fadhilah

Nur Habibah

Categories
Berita

WAJAH BARU KMNU IPB: Kabinet Darussalam

 Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Institut Pertanian Bogor atau yang biasa disebut dengan KMNU IPB kini telah berganti kepengurusan.Tahun demi tahun terus berganti, begitu pula dengan kisah-kisah yang akan terukir nantinya dalam menjaga aqidah ahlusunnah wal jamaah di kampus pertanian ini. Setelah dilantik tanggal 25 November 2018, wajah-wajah baru telah bersedia untuk mengemban amanah dalam kepengurusan KMNU IPB selama satu tahun kedepan.
Kabinet Darussalam adalah nama yang dijadikan sebagai nama kabinet dalam kepengurusan KMNU IPB masa bhakti 2018/2019. Darussalam berasal dari bahasa arab yang bermakna Rumah Keselamatan. Harapannya keberadaan KMNU di IPB menjadi tempat singgah para pencari ilmu yang ingin selamat di dunia maupun di akhirat kelak. Aamiin
Semoga KMNU IPB terus istiqomah, ikhlas dalam menjalankan amanah, tetap bersemangat dalam berdakwah, berharap mendapatkan ridho Allah SWT, mendapat syafaat Rasulullah dan berkah dari para ulama. Aamiin (Sskdea)

Categories
Berita

KMNU IPB Naungi Ahlul Quran dengan Meresmikan Majelis Huffadz

BOGOR, Redaksi KMNU IPB- Selasa (29/5), Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Institut Pertanian Bogor (KMNU IPB) telah menyelenggarakan acara Khotmil Qur’an sekaligus peresmian Majelis Huffadz KMNU IPB di Sekret KMNU IPB, Cangkurawok, Desa Dramaga, Bogor.

Acara dimulai tepat setelah subuh. Peserta membaca Al-Qur’an secara bergantian 30 Juz penuh hingga menjelang ashar. Acara kemudian dilanjutkan dengan do’a khotmil Qur’an, tahlil dan pembacaan maulid Ad-diba’i . Selepas Ashar, acara dilanjutkan dengan khataman kitab Al-Mawa’idz ‘Ushfuriyah (kajian pasaran Ramadhan KMNU IPB)  sekaligus tausiah oleh Ustadz Adhli Al-Qarni, S.E.

Usai Tausiah, acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus peresmian Majelis Huffadz oleh Zimamul Adli, S.Si sebagai founding father KMNU.  Beliau memberikan apresiasi kepada pengurus dan panitia penyelenggara acara tersebut dan menyarankan agar selalu menjaga koordinasi dengan pengurus lainnya bila mengalami kesulitan.

“Majelis Huffadz adalah sebagai wadah bagi Nahdliyin dan Nahdliyat dalam mempelajari, menghafal terlebih lagi mengamalkan Al-Qur’an. Majelis Huffadz KMNU IPB adalah majelis yang tetap menjaga kemurnian ajaran dengan menjaga sanad dari para guru.”, tambah beliau.

Mas Zimam, sapaan akrab beliau, juga menyarankan agar tetap menjaga tali silaturrahmi dengan guru-guru Ahli Qur’an.

Acara kemudian dilanjut buka bersama dan sholat magrib berjamaah dan ditutup dengan makan bersama untuk mendapatkan barokah khatmil qur’an. (Qishmah)

Categories
Berita

Bersinergi Berbagi: KMNU IPB dan IMM IPB gelar 100 Senyum Santunan Anak Yatim di Bulan Penuh Berkah

Sabtu (26/5), Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Institut Pertanian Bogor (KMNU IPB) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah  Institut Pertanian Bogor (IMM IPB) bersinergi berbagi kepada 75 anak yatim yang berada di lingkar kampus IPB, tepatnya se-Desa Babakan, Dramaga, Bogor.

Beberapa minggu lalu, KMNU IPB dan IMM IPB berkolaborasi dalam penyambutan mahasiswa baru IPB. Kali ini, KMNU IPB dan IMM kebali bersinergi. Keduanya kompak berkolaborasi untuk mengadakan acara santunan kepada anak yatim di sekitar kampus, tepatnya se-Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Tajuk santunan kali ini adalah 100 Senyum Santunan Anak Yatim KMNU IPB dan IMM IPB. Santunan kali ini bertepatan dengan hari lahirnya KMNU IPB yang ke-11.

Acara dimulai dengan istighotsah yang dipimpin oleh Kadiv eksternal KMNU IPB, M. Tajuddin, untuk mengharap keridhoan Allah. Selanjtunya, acara dihiasi dengan lantunan ayat suci Al-Quran oleh Vivi, salah satu adik binaan di Pengabdian Nahdlatul Athfal KMNU IPB. Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Bapak Syaihu Syam, Lurah Desa Babakan, berkesempatan menyampaikan sambutannya dalam acara ini. Beliau mengaku sangat senang sekali dengan acara 100 Senyum Santunan Anak Yatim ini. Sambutan dilanjutkan oleh Ketua KMNU IPB, Janu Saepuloh, dan Ketua IMM, Abdul Rasyid. Keduanya menyampaikan ungkapan bahagia bisa berbagi dengan warga sekitar kampus IPB, terlebih mereka adalah anak yatim.

Kebahagiaan anak-anak sangat terlihat dan terpancar wajah mereka saat adik-adik binaan dari Nahdlatul Athfal menampilkan hiburan berupa lantunan shalawat khas anak-anak. Selain itu, panitia tidak ketinggalan menghadirkan ustadz Bahrudin, ustadz sekitar, untuk menyampaikan mauidzoh hasanah dalam acara tersebut. Ustadz Bahruddin mengingatkan adik-adik yang hadir pada acara tersebut agar puasa yang dijalani tidak hanya sebatas menahan lapar dan haus saja. Ustadz Badrudin kemudian menutup tausiahnya dengan doa untuk keberkahan acara ini.

Setelah itu, santunan dilakukan secara simbolis oleh Bapak Syaihu Syam dan Ustadz Bahrudin kemudian dilanjutkan oleh panitia dari KMNU dan IMM. Berkat sinergitas yang dibangun oleh KMNU dan IMM acara ini bisa berlangsung dengan lancar dan penuh dengan suka cita. Acara ini kemudian ditutup sesi foto, buka bersama dan adzan maghrib oleh Juli, adik dari Nadhdlatul Athfal.

Semoga momen ini menjadi berkah bagi kedua lembaga dakwah dan sebagai pengerat tali silaturrahim antara KMNU, IMM dan masyarakat sekitar. Semoga Berkah acara dan bertepatannya dengan harlah KMNU IPB yang ke-11 dapat menjadikan KMNU IPB lebih semangat menebar manfaat dan menebar dakwah ahlussunnah waljama’ah di kampus pertanian ini.

Categories
Berita

[Kajian] Bertani dan Bershalawat: Shalawat dan Kerarifan Lokal Pertanian Indonesia

Rabu, (7/3) Mahasiswa departemen Agronomi Hortikultura, Institut Pertanian Bogor (AGH IPB) yang merupakan anggota Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) IPB, telah menyelenggarakan kegiatan dengan tajuk “Bertani dan Bershalawat: Shalawat dan Kearifan Lokal Pertanian Indonesia” di Koridor GKA, Kampus IPB Dramaga. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama antara KMNU IPB dengan Keluarga Mahasiswa Rohis Agronomi (KURMA). Kajian ini dititik beratkan pada bahasan umum dan aktual tentang spirit shalawat dan pertanian Indonesia. Kajian perdana ini menghadirkan Bambang Tri Daxoko (Mahasiswa Departemen Gizi IPB dan Menteri Agrikomplek BEM KM IPB tahun 2017/2018), Zulfa Ulinuha, S.P., M.Si (Asaatidzah KMNU IPB) dan Abdul Mujib (Mahasiswa AGH IPB).

Shalawat dan pembacaan maulid menjadi pembuka kajian ini. Usai shalawat, Materi pertama kemudian dibawakan oleh Ustadzah Zulfa. Beliau mengingatkan bahwa setiap tanaman adalah kuasa Allah. Allah lah yang menghendaki semuanya. Ia lah yang menjadikan tanaman subur makmur. Bahkan, jika Ia menghendaki, keringlah semua tanaman.

“Maka, songsonglah pertanian indonesia dengan meraih cintanya. Salah satu cara untuk meraih cintanya adalah dengan mengobarkan spirit shalawat dalam diri kita,” tambah beliau.

Usai pemateri pertama, Materi tentang spirit pertanian disampaikan oleh Bambang. Ia menuturkan bahwa setiap manusia pasti membutuhkan makanan, dan dengan sektor pertanianlah semua bisa dipenuhi. Ia mengajak kita semua untuk menjaga potensi-potensi pertanian nusantara. Sebab, akhir-akhir ini sempat viral tentang wilayang kendeng yang subur makmur namun dijadikan sasaran para pengusaha untuk mendirikan usahanya.

“Kendeng merupakan kekayaan alam yang wajib dijaga dan dilestarikan. Ketika alam rusak yang terkena bencana terlebih dulu adalah masyarakat sekitar kendeng. Bukan keuntungan yang diperoleh tapi bencana,” ajaknya.

Kemudian, ia juga menyampaikan bahwa tagline ketahanan pangan di Indonesia kurang tepat.

“Seharusnya indonesia tidak menerapakan ketahanan pangan, namun kedaulatan pangan. Karena masyarakat bisa makan saja itu sudah termasuk ketahanan pangan. Kedaulatan pangan merupakan suatu istilah dimana masyarakat mampu memproduksi makanannya sendiri.”

Ia juga mengajak para mahasiswa yang hadir disana untuk tidak malu menjadi sarjana pertanian, karena indonesia merupakan negara agraris yang membutuhkan sumberdaya manusi untuk mengelolanya dengan baik dan diiringi dengan kemajuan teknologi yang ada.

Kajian terakhir adalah tentang kearifan lokal yang disampaikan oleh Abdul Mujib (Mbah Doel). Menurutnya Kearifan lokal tak lepas dari kebiasaan-kebiasaan masyarakat pedesaan yang menyambung-nyambungkan suatu kejadian dengan alam. Beliau mengajak kita untuk melihat suku samin dan belajar dari mereka.

“Sejak dulu nenek moyang kita hidup berdampingan dengan alam, merawat serta menjaganya. Ketika ingin memanfaatkan hasil-hasil alam hanya mengambil secukupnya tanpa merusaknya. Suku samin adalah suku yang masih kental akan kearifan lokalnya, menjaga alam dan melestarikannya. Ketika lingkungan rusak, otomatis kita tidak akan bisa menanam. Ketika lingkungan itu lestari, semua makanan tersedia dengan baik.”

Usai ketiga pemateri menyampaikan tausiyahnya, hadirin pun diajak untuk berdiskusi. Satu ilmu menarik disampaikan Thoharoh, salah satu mahasiswa Kehutanan IPB, saat menjawab pertanyaan “Apa hubungan shalawat dan pertanian?”.

“saya pernah mendengar suatu cerita yang mengatakan bahwa tumbuhan ketika dikata-katai dengan perkataan yang buruk akan mati, dan ketika dikata-katai dengan perkataan yang baik akan tumbuh subur. Dalam novel yang berjudul “hati selalu bergetar ketika menyebut namamu” menceritakan bahwa tumbuhan selalu bertasbih menyebut nama Allah. Karena makhluk ciptaan Allah bukan hanya manusia saja, melainkan tumbuhan dan hewan yang senantiasa bertasbih kepada Allah. menurut saya dengan adanya sholawat pertumbuhan suatu tanaman bisa tumbuhan dengan baik dan menghasilkan produktivitas yang meningkat. Karena tumbuhan merespon dengan baik dan mengikutinya ketika kita bersholawat,”

Sesi diskusi tersebut menutup kajian perdana kali ini. Semoga kajian ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang pertanian pertanian, kecintaan kita kepada Allah dan Rasulnya dan perhatian kita terhadap potensi alam Indonesia. Kajian ini Insya Allah akan rutin dilaksanakan setiap hari rabu awal bulan, mengingat esensi penting dari setiap pertemuannya.

(lee/mustops/chul)

Categories
KMNU IPB

Mila: Seorang Mahasiswa yang Santri, Santri yang Mahasiswa

Alhamdulillah, sangat senang sekali ketika ada lulusan pesantren yang berkesempatan untuk menimba ilmu di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan mengamalkan ilmu yang sudah didapatkannya, walaupun masih tingkat pertama.

Adalah Milatul Umi Sahilah, atau akrab dipanggil Mila atau bu nyai oleh teman-teman sejawatnya, Mahasiswa tingkat pertama (Angkatan 2017/54) di Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia rela membagi waktunya untuk berbagi ilmu dengan teman-teman seasramanya. Eits, tapi bukan ilmu umum yang ia share, melainkan kitab Al-Ajurumiyyah, salah satu kitab nahwu dasar populer di dunia pesantren.

Mila merupakan lulusan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Cilacap. Ia juga sudah 3 tahun menimba ilmu (nyantri) di Pondok Pesantren Pembangunan Miftahul Huda, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. Sekarang, ia melanjutkan tholabul ‘ilminya di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB).

Kajian Jurumiyyah tersebut ia Istiqomahkan setiap hari Kamis sore ba’da ashar di lobi asrama A1. Selain itu, iapun masih Istiqomah mengaji di kajian rutin kitab tauhid yang  diadakan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul  Ulama (KMNU) IPB istiqomah setiap jum’at bada isya dan kitab nahwu di Majelis Ta’lim Almiyah, asuhan Kepala Divisi Kajian KMNU IPB setiap sabtu sore. Mila memang dikenal cerdas, berwawasan luas dan humble.

Mila mengaku senang mengajar Jurumiyyah. Kitab ini terkenal dan masyhur di kalangan pembelajar Nahwu, Khususnya di pondok pesantren Indonesia. Kitab ini merupakan karangan Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad bin Dawud Al-Shinhâji. Ilmu nahwu ini sendiri penting untuk nantinya bisa memahami Al-Quran. karena Bahasa Al-Qur’an memiliki sebuah tata bahasa. Ada Nahwu, Shorof, Balaghah, Mantiq, Badi’ dan sebagainya. Setiap bidang ilmu tersebut memiliki tupoksi tersendiri. Nahwu dan Shorof berisi tentang gramatical bahasa arab, mulai dari penggunaan huruf jar, kedudukan SPO, I’robiyah dan sebagainya. Memahami kitab jurumiyyah tidak mudah, tetapi ia memilih mengajar kitab jurumiyyah karena dinilainya sebagai ilmu pasti, tidak seperti fiqih, tauhid yang syarat akan ikhtilaf ulama.

Semoga dengan adanya sosok Mila ini bisa menumbuhkan semangat mengaji di kalangan mahasiswa. Semoga kedepannya akan ada lagi Mila Mila yang lain, yang bersedia ikhlas berbagi ilmu agama yang telah ia peroleh kepada semua sahabat muslim. Khususnya di IPB ini sendiri. KMNU, Ngaji Beres, Kuliah sukses. (Lee)

Categories
KMNU IPB

Kabinet Ar-Raudhah: KMNU IPB dengan Semangat Baru

Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Institut Pertanian Bogor (IPB) kini sudah berumur satu dekade. Berganti tahun berganti pula kisah-kisah yang ditorehkan dalam menjaga aqidah ahlussunnah waljama’ah di kampus rakyat ini. Setelah dilantik pada 3 Desember 2017, wajah-wajah baru siap menduduki bangku pengurus yang satu tahun kedepan akan menjadi nahkoda KMNU. Berbagai bahan bakar telah disiapkan oleh setiap divisi untuk menjalankan kapal KMNU. Satu tahun kedepan akan banyak cerita menarik. Berdakwah bersama untuk ummat. Menjaga tradisi yang baik dari orang-orang sholeh, dan memanfaatkan hal-hal baru untuk lebih membumikan dakwah berlandaskan Ahlussunnah waljama’ah. Asy-‘ariyyah wal Maturidhiyyah dalam aqidah. Bermazhab 4 dalam berfiqih, dan mengikuti Imam Al-ghazali dan Imam Junaid Al-baghdadi dalam berasawwuf, tentunya dalam lingkaran Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW.

Kabinet Ar-Raudhah. Nama yang disematkan kepada kepengurusan masa bakti 2017/2018 ini. Ar-Raudhah adalah salah satu temapt di Masjidil Haram, dimana tempat tersebut adalah salah satu tempat yang mustajabah untuk berdoa. Ar-Raudhah berarti juga suatu taman yang tidak biasa, tempat yang indah dipandang mata, harum dicium karena wangi bunga, nyaman ketika dirasa dan bisa nikmati semua. Harapannya, nama ini menjadi do’a, agar KMNU akan menjadi taman yang indah bagi para penuntut ilmu, menjadi tempat yang nyaman bagi para pendakwah didalamnya.

ما بين قبري ومنبري روضة من رياض الجنة

Tempat antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga. (HR. Bukhori)

Semoga KMNU IPB khususnya, dan semua KMNU yang ada di seluruh Indonesia dapat berada dalam keistiqomahan. Ikhlas dan selalu semangat dalam berdakwah. Mengharap ridho Allah, syafaat Rasulullah dan berkah dari para Ulama. (lee)