Categories
Renungan Uncategorized

Arti Penting berNU, berKMNU Bagi Saya Si Bocah

Perjalanan panjang telah Bocah lalui dalam skenario kehidupan Allah SWT. Berasal dari keluarga sederhana, ia memulai pendidikan dari bangku dasar hingga perkuliahan. Berbagai peristiwa dan pengalaman hidup cukup membuatnya terusik, terusik untuk selalu peka dengan sekitar.

Lingkungan kala itu mengikat dirinya pada sebuah pemahaman kultur spiritualitas yang di ajarkan para alim ulama, yang dimuliakan oleh Allah SWT.

 

Ketika takdir membawanya ke sebuah institusi pendidikan pertanian, ia semakin tertantang untuk menemukan jati diri. Sebuah pemahaman yang banyak orang lupakan telah membawa bocah kesini, ya ia bertemu dengan KMNU IPB. Dari KMNU bocah ingin mengenal terang, terang yang berarti ketenangan dan kebenaran yang sungguh telah ia yakini. Meski tak mengerti bentuk terang, bocah telah ditemani terangnya sang lampu. Ia menerangi bocah agar mampu berdiri dan melangkah, ia menemani dan menuntunnya.

 

Namun itulah bocah, tidak mengerti apa sebenarnya lampu itu, dari mana, seperti apa, dan atas alasan apa lampu bersedia membawa si bocah yang awam dan lemah dalam berbagai hal. Saking bodohnya Bocah yang tak mampu mengartikan, membuat Bocah yakin dengan lampu itu dan berusaha mempelajari dengan sekuat tenaga. Bocah hanya menyakini bahwasannya lampu itu benar-benar sangat mulia, rahmat, agung, dan jalan terbaik untuk diikuti.  Memang sang bocah tak bisa terang seperti sang lampu, entah sang lampu mengakui si bocah atau tidak, sang bocah merasa penting berusaha untuk menjadi terang seperti lampu itu dan selalu mensandarkan doa kepada lampu-lampu terang itu.

 

Bocah kini diamanahi untuk memimpin sebuah kapal besar bagian dari lampu itu. Merasa tidak layak, merasa tidak pantas karena Bocah baru saja berlatih berjalan. Kata lampu-lampu itu, tetaplah menahkodai kapal, meskipun baru bisa berjalan, minimal Bocah sudah bisa mengajarkan bagaimana cara merangkak dan berdiri.

 

Bocah itulah saya, dengan lampu-lampu ibarat ulama dan NU sedangkan kapal adalah KMNU IPB. Semoga ini cukup menggambarkan arti penting bagi saya untuk berNU dan berKMNU. Mari mempelajari kembali NU dan KMNU, karna masih ada berjuta ilmu yang masih belum kita ketahui atas klaim kita sebagai orang yang mengaku berNU. Sehingga Khittah NU sebagai landasan berpikir, bersikap dan bertindak ala aswaja semoga selalu menyelimuti tingkah laku kita.

 

 

Kontributor : Hasan Bisri

Editor : Tim Redaksi KMNU IPB

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.