Categories
Kajian Islam Uncategorized

apa hukum Aqiqah?

‘aqiqah secara bahasa : rambut kepalanya anak kecil
‘aqiqah secara istilah : (menurut Kyai Mushonif aqiqah terhadap anak kecil hukumnya sunnah), sesembelihan yang dilakukan pada hari ke tujuh lahirnya anak kecil.
Aqiqah untuk anak laki – laki dilakukan dengan menyembelih 2 kambing ( domba juga boleh ), kalau perempuan cukup dengan menyembelih satu kambing. Untuk anak wandu (memiliki 2 kelamin) harus dipilih terlebih dahulu mana yang lebih dominan, sifat kelelakiannya atau kewanitaannya. Jika sifat kelelakiannya lebih dominan, maka dihukumi layaknya ‘aqiqahnya anak laki – laki, Jika sifat kewanitaannya lebih dominan, maka dihukumi layaknya ‘aqiqahnya perempuan.
Daging hasil ‘aqiqah (lebih utama) dibagikan kepada faqir miskin, dan dibagikan dalam bentuk masakan yang manis (enak), dengan tafa’ul agar anaknya kelak memiliki akhlaq yang manis (baik). ‘Aqiqah di masyarakat biasanya dibarengkan dengan tradisi pemberian nama dan pemotongan rambut si bayi pada hari ke tujuh kelahiran oleh para ulama’. Hal ini dilakukan untuk mengharapkan berkah dari ke’aliman para ulama’.
dalam aqiqoh juga didapati keterangan bahwa tidak dianjurkan/dilarang untuk memecah tulang belulang yang berasal dari hewan sembelihan, sekali lagi hal ini adalah untuk tafa’ul pada anak yang diaqiqohi agar kelak tulang yang ada dalam tubuhnya tidak tersakiti, sehingga cara mengambil daging yang masih menempel pada tulangpun dilakukan dengan hati” untuk menghindari goresan pada tulang (dikutip dari F.Qorib dan referensi lain)
Pertanyaan – pertanyaan
S : bolehkah makan daging aqiqah milik sendiri ?
J : boleh dimakan sebagian dan disedekhakan sebagian dalm bentuk masakan kepada faqir miskin. Kecuali aqiqah yang dinadzarkan.
S : daging aqiqah dimasak manis. Kata “manis” tersebut konotasi atau denotasi?
J : denotasi. daging aqiqah dianjurkan dimasak manis seperti gulai, sebagai optimisme supaya akhlaq anaknya manis (baik).
S: untuk pertanyaan apakah aqiqoh bagi seorang anak laki” boleh dicicil
J: boleh karena sesungguhnya

ibadah ini pada awalnya hukumnya adalah sunnah, sehingga pelaksanaannya pun tidak dituntut harus sesempurna itu, kalaupun mampunya hanya 1 ekor ya 1ekor, kalau 2 ya 2 ekor,

ﻣﻐﻨﻲ ﺍﻟﻤﺤﺘﺎﺝ – ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺃﺣﻤﺪ ﺍﻟﺸﺮﺑﻴﻨﻲ – ﺝ – ٤ ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ٢٩٣ :
ﻭﻳﺘﺄﺩﻯ ﺃﺻﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻋﻦ ﺍﻟﻐﻼﻡ ﺑﺸﺎﺓ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﻟﻤﺎ ﺭﻭﻯ ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ ﺑﺈﺳﻨﺎﺩ ﺻﺤﻴﺢ: ﺃﻧﻪ ﺹ ﻋﻖ ﻋﻦ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﻭﺍﻟﺤﺴﻴﻦ ﻛﺒﺸﺎ ﻛﺒﺸﺎ.
Dan telah mendapat kesunahan aqiqah ialah menyembelih seekor kambing untuk anak laki-lakinya karena terdapat riwayat Abu Daud dg sanad yg shahih bahwa Nabi swa. mengaqiqahi Hasan dan Husain dg seekor domba seekor domba (1 untuk Sayyid Hasan dan 1 untuk Sayyid Husain)…
tambahan juga dari ustadzah Wahyu Widiya Suryani NW: sesungguhnya Allah tidaklah menuntut seorang hamba diluar batas kemampuan hamba tersebut (Al Quran),

wallahu’alam. 
sumber: kitab Fathul Qarib (bab aqiqah hal 73)

Leave a Reply

Your email address will not be published.