Categories
Sastra, Puisi, dan Humor Uncategorized

Aku, KMNU, dan NU

Oleh Nurul Hidayah
Aku adalah seorang yang berasal dari salah satu desa di pelosok negeri ini. Desa yang penuh kedamaian dan menyimpan banyak kenangan indah. Aku hidup dari keluarga yang biasa saja. Sejak kecil aku dilatih untuk selalu menghormati orang yang lebih tua. Ibu, ayah, kakak, kyai, guru, masyarakat, semuanya adalah orang-orang yang harus aku hormati. Rasanya tentram berada di lingkungan yang damai sampai-sampai aku berniat untuk hidup di desaku selamanya.
Banyak sekali rutinitas desaku yang tidak pernah terlewatkan setiap minggunya. Tahlilan, barzanji, ziarah, manaqib, alunan-alunan sholawat, semuanya menghiasi musholla dan masjid-masjid di desaku. Rasanya tentram sekali hati ini mendengarnya. Waktu demi waktu, akupun mulai mengikutinya dan aku merasakan kenyamanan disana. Aku belum tahu apa makna dibalik semua itu. Entahlah, aku hanya mau menikmatinya saja selama itu baik bagiku.
Suatu hari, saaatnya aku memutuskan untuk tinggal di rumah atau pergi ke luar kota. Untuk apa ? Ya, melanjutkan studi tentunya. Segala nasihat kudengar, segala doa kuucap, berharap ada petunjuk yang dapat meyakinkanku untuk tetap tinggal atau pergi ke luar kota. Namun, keputusan Allah adalah yang terbaik. Aku mendapat petunjuk melalui mimpi yang meyakinkanku untuk pergi ke luar kota. Ah, rasanya berat sekali aku meninggalkan desa ini. Aku berharap bisa menemukan kenyamanan yang sama di kota baruku.
Lain ladang, lain belalang, lain lubuk, lain ikannya. Aku belum menemukan kenyamanan yang sama seperti di desaku di kota baruku ini. Gundah, gelisah, ingin rasanya aku pulang saja kembali ke desaku. Suatu waktu, aku bertemu dengan salah seorang wanita yang mengajakku untuk bergabung di KMNU. Apa itu KMNU ? Ah, aku ragu. KMNU adalah Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama. Organisasi apa ini ?. Rasa penasaranku semakin membuatku ingin mengetahui apa yang ada didalamnya. Mulailah aku mengikuti kegiatannya. Latihan hadroh, barzanji, tahlilan, ziarah, semuanya ada. Oh, Ya Allah… Aku menemukannya !!!. Semakin hari kuikuti, semakin nyamanlah hati ini. Semua pertanyaan-pertanyaanku semasa kecil, terjawab sudah. Esensi tahlilan, barzanji, ziarah, sholawat, semuanya aku dapatkan di KMNU.
Aku bersyukur dipertemukan dengan KMNU di kota baruku. Aku mengerti arti toleransi, aku mengerti pentingnya mempelajari sejarah Indonesia, aku mengerti bagaimana adab-adab yang harus dilakukan dengan seorang guru, aku mengerti bagaimana hidup bermasyarakat, dan masih banyak yang aku dapatkan di KMNU. Aku mengerti peran besar santri untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia ini. Tidak luput dari ta’dzim ku kepada para kyai, aku bertekad untuk menghidup-hidupi Nahdlatul Ulama karena Nahdlatul Ulama didirikan oleh Hadratusyaikh K. H. Hasyim Asy’ari yang telah masyhur sanad keilmuannya.

Semoga Nahdlatul Ulama dapat memberikan manfaat untuk masyarakat dan menciptakan generasi-generasi yang cerdas serta cinta tanah air Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.