Categories
Renungan Uncategorized

Aku Rindu, tapi Malu

Galaksi-Mu terus berputar

Ia siap mengantar kembali
Tamu agung yang ku rindu
Bulan-Mu yang mulia,
Bulan-Mu yang di dalamnya
Aku mengais beribu berkah
Bulan-Mu yang di dalamnya
Ingin ku kecap manisnya ibadah
Namun saat ku mulai berkaca
Ku dapati diri begitu hina
Ku dapati hati begitu berdebu
Ku ingin layaknya rumah yang berbenah
Ingin ku kikis karat-karat maksiat
yang menempel pada kerak hatiku
Ku kikis dengan rintihan istighfar
Ku ingin hapus semua khilaf
yang menyumbat turunnya hidayah-Mu
Ku hapus dengan tangis pengakuan dosa
di hadapan-Mu Ya Robb…
Ku ingin mulai berhias,
Mulai mengecat kembali
Hati yang telah kusam warnanya
Ku perindah dengan mengagungkan nama-Mu
Ku ingin menata diri
yang telah terlena oleh dunia
Ku tata dengan mengagungkan kekasih-Mu
Ku ingin menerangi jiwa yang redup
Ku terangi jiwa dengan lantunan kalam-Mu
Ya Robb…
Maafkan hamba
Masih saja ada noda di hati
Masih saja ada jelaga yang menyelimuti jiwa
Ya Robb…
Aku rindu…
Aku rindu…
Aku rindu Ramadhan-Mu…
Ah, tapi aku malu…
Bogor, 1 Rajab 1433 H/ 22 Mei 2012
Nur Afifah/AGH 48/A24110076
Asrama putri A3/KMNU IPB 48

Leave a Reply

Your email address will not be published.