Categories
Opini Uncategorized

Agama dan Olahraga

Olahraga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani. Terkadang kita masih bertanya-tanya terutama jika kita hobi atau senang berolahraga. Apakah ada kaitannya olahraga dengan agama? Apakah agama menghambat kegiatan olah raga atau sebaliknya? Apakah dibolehkan berpakian ketat saat lomba renang, atau olahraga lainnya? Bolehkah olahraga tinju, sepakbola? Bagaimana dengan olahraga catur? Bagaimana bentuk olah raga yang sesuai dengan syariat agama Islam yang tentunya mengikuti asas Ahlisunnah Waljamaah?

Bahasan olahraga ini mengingatkan saya pada seorang tokoh ulama di kota Tasikmalaya, semasa hidupnya beliau pernah menjadi Rais ‘am NU Kota Tasikmalaya KH. Anas Muhajir Pasir Bokor. Dalam sebuah pengajian rutin beliau menganjurkan santri-santrinya untuk rajin berolahraga. Kemudian dihati kecil saya yang saat itu mendengarkan penjelasan beliau bertanya-tanya kapan beliau meluangkan waktu berolahraga dan olahraga apa yang beliau kerjakan karena selama ini saya belum pernah melihat beliau berolahraga? Seakan beliau tahu isi hati saya beliau langsung menjelaskan hubungan sholat dengan berolahraga. Beliau menyampaikan dalam setiap perubahan posisi sholat itu terdapat unsur olahraga yang secara langsung akan menyehatkan badan kita diakhir beliau berpesan perbanyaklah sholat malam dan Dhuha karena selain kita beribadah secara tidak langsung kita juga melaksanakan olahraga. Saat itulah saya mengetahui bahwa beliau berolahraga dengan mengerjakan sholat. Nafaannallahu bi’ulumihi Alfatihah..

Anjuran berolahraga dalam alquran salah satunya dijelaskan dalam surah Al-Anfal “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang-orang selain mereka yag kamu tidak mengetahuinya;…” (Q.S  Al-Anfal:60)

Olahraga sangat erat kaitannya dengan kesehatan. Salah satu anjuran pola hidup sehat adalah dengan rajin berolahraga. Melihat hal itu sangat logis jika agama menganjurkan untuk rajin berolahraga karena dengan berolahraga tubuh kita akan sehat dan dalam kondisi sehat kita bisa melaksanakan ibadah amaliah dengan maksimal.Olahraga tidak hanya terkait dengan hal fisik saja, namun olahraga juga berkaitan dengan masalah mental. Kesabaran, kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan kerjasama ini menjadi nilai penting saat kita berolahraga. Nilai-nilai tersebut tentu tidak terlepas dari apa yang telah dianjurkan dalam agama. Orang yang menjalankan agamanya dengan baik tentu dia juga akan melaksanakan olahraga dengan baik misalnya dia tidak akan curang atau berbohong.

Sabda Rasulullah SAW “Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan Allah lebih kasihi daripada mukmin yang lemah. (H.R Muslim)

Perlu kita garis bawahi bahwa olahraga tidak bisa dijadikan alasan oleh kita untuk tidak taat beragama. Sebaliknya olahraga harus bisa membangkitkan kita untuk selalu taat beragama, olahraga harus menjadi penopang kita dalam menjalankan kehidupan beragama. Olahraga melatih diri kita untuk tetap pada jalan-jalan yang Allah ridhai.Semua kegiatan olahraga yang bermanfaat untuk kesehatan hal itu diperbolehkan oleh agama. Bagaimana dengan olahraga catur yang terkadang menghabiskan waktu lama dalam sebuah permainan. Para ulama sepakat bahwa olahraga ini hukumnya makruh. Namun hati-hati hukum sunnah, boleh, atau makruh dalam berolahraga ini akan berubah menjadi haram ketika olahraga tersebut menyebabkan seseorang lalai menjalankan ibadah kepada Allah SWT.

Bagaimana dengan berdoa sebelum berolahraga apakah memberikan efek? Apakah berpengaruh terhadap hasil pertandingan? Bagaimana dengan orang yang berdoa hasilnya menang namun dia tetap kalah? Berdo’a sangat dianjurkan ketika kita akan melakukan kegiatan apapun yang positif termasuk sebelum berolahraga. Hasil sebuah pertandingan olahraga bukan ditentukan karena kita berdo’a atau tidak. Kita sebagai manusia hanya dianjurkan untuk berikhtiyar untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Salah satu upaya kita dalam berikhtiyar adalah berdo’a sebelum memulai pertandingan olahraga. Kita sebagai mahkluk Allah yang banyak memiliki kekurangan harus bisa belajar memahami dari hasil yang diperoleh, karena pada dasarnya apapun hasil yang kita peroleh itulah yang terbaik tinggal bagaimana pribadi kita apakah mau menyukurinya atau tidak.

Jadi agama dan olahraga ini adalah dua hal yang saling melengkapi. Dengan kreatifitas kita, kita bisa memadukan agama dan olahraga ini sedemikian rupa sehingga keduanya bisa menjadi alasan untuk kita memperoleh kebaikan didunia maupun di akhirat.

Kontributor: Adi Purnama Nur’aripin

Leave a Reply

Your email address will not be published.