KAJIAN RUTIN FIQH : “WAKTU-WAKTU DILARANG SHOLAT DAN MENGENAI SHOLAT BERJAMAAH”

Rangkuman Kajian Rutin Fiqih

Kitab  : Taqrib Karya Syihabuddin Abu Syuja’ Al Ashfahani

Waktu : Jum’at, 14 Desember 2018

Tempat : Node ARL

Pemateri : Ustadz Aziz Syamsul Huda KMNU 54

 

Fasal:

Ada 5 waktu yang dilarang untuk melaksanakan sholat kecuali ada sebab yang mendahuluinya:

  1. Setelah sholat Subuh sampai terbitnya matahari
  2. Ketika terbitnya matahari sampai sempurnanya terbit
  3. Ketika matahari tepat di atas kepala(yaitu ketika suatu benda tidak mempunyai bayangan) sampai matahari sedikit tergelincir. Pengecualian pada hari jum’at tidak dilarang dan ketika sholat masuk makkah tidak apa-apa dilakukan pada waktu matahari tepat di atas kepala.
  4. Setelah sholat Ashar sampai terbenamnya matahari
  5. Ketika matahari terbenam sampai bena-benar sempurna tenggelam

 

Fasal:

  • Berjamaah dalam sholat fardhu hukumnya adalah sunnah bagi laki-laki. Kecuali pada sholat jumat hukumnya adalah fardhu ‘ain.
  • Ketika sholat berjamaah, ma’mum wajib niat sebagai ma’mum, sedangkan imam tidak wajib niat sebagai imam. Kecuali pada sholat jumat adalah sunnah.
  • Orang yang merdeka boleh ma’mum kepada seorang budak.
  • Orang baligh boleh ma’mum kepada murohiq ( laki-laki yang sudah tamyiz tetapi belum baligh).
  • Laki-laki tidak diperbolehkan ma’mum kepada wanita maupun Khuntsa (orang yang mempunyai dua alat kelamin dan keduanya berfungsi dengan baik).
  • Wanita boleh ma’mum kepada wanita. wanita boleh ma’mum kepada khuntsa.
  • Khuntsa tidak boleh ma’mum kepada khuntsa maupun wanita.
  • Ketika sholat berjamaah, imam dan makmum harus dalam satu tempat.
  • Jika ma’mum tidak bisa melihat imam karena shafnya terlalu panjang, maka dia cukup melihat shof depannya, shaf depannya bisa melihat shaf depannya, berlanjut sampai ke imam.
  • Ma’mum tidak boleh mendahului imam. Batas toleran mendahului adalah dua kali, yaitu mendahului rukun sholat yang fi’li (gerakan).
  • Tidak ada penghalang yang menghalangi antara imam dengan ma’mum atau antara ma’mum dengan shaf depannya. Sehingga ma’mum tidak tau apa yang dilakukan imam.
admin

Related Posts
Leave a reply