Pengajar Muda Berbagi Pengalaman dengan KMNU IPB

 

Indonesia Mengajar bersama Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Institut Pertanian Bogor (KMNU IPB) menyelenggarakan acara bertajuk “Indonesia Mengajar Goes to Community” pada Sabtu, 26 Januari 2019. Acara ini mengundang Pengajar Muda untuk berbagi pengalaman tentang pendidikan dan pengajaran. Pengajar Muda adalah sebutan relawan Indonesia Mengajar yang telah diseleksi dan dilatih untuk mengajar selama setahun di pelosok negeri.
Sosok Pengajar Muda yang menjadi narasumber acara yang digelar di Ruang Kuliah Pinus 1 Fakultas Pertanian IPB ini adalah Jihan Tika Anggraini dan Marlina Ayuningtyas. Mereka berdua menyatakan bahwa sudah memiliki keinginan dan motivasi sejak lama untuk menjadi Pengajar Muda. Jihan memutuskan untuk mendaftar setelah bekerja di salah satu perusahaan Jepang selama setahun meskipun sudah memiliki keinginan bergabung setelah lulus dari Ritsumeikan Asia Pacific University. Marlina bahkan memiliki keinginan sejak kuliah semester 5 dan mendaftar setelah lulus dari Universitas Indonesia.
Beberapa pengalaman unik mengajar di daerah penempatan masing-masing diceritakan oleh mereka. Jihan yang berkesempatan mengajar di SDN Baru, Kab. Hulu Sungai Selatan, bercerita bahwa pada awal penempatan pernah mengalami penolakan dari masyarakat namun setelah beberapa minggu dapat menjalin hubungan baik dengan masyarakat. Lain lagi dengan Marlina, ia pernah dipercaya sebagai penceramah pada pengajian ibu-ibu di lokasi penempatannya di Kabupaten Muara Enim.
Kedua narasumber juga berbagi cara-cara berdaptasi di lingkungan baru, pendekatan terhadap masyarakat dan anak-anak, serta tips untuk menjadi Pengajar Muda. Pendekatan yang mereka berdua lakukan adalah analisis dan observasi budaya dan kebiasaan masyarakat setempat, belajar bahasa setempat, dan menunjukkan keterbukaan kepada masyarakat, dan ikut kegiatan sehari-hari warga. Salah satu cara pendekatan yang dipraktikkan oleh Marlina adalah ikut “ngerumpi” dengan ibu-ibu. “merumpi menjadi salah satu cara yang saya manfaatkan [untuk lebih dekat dengan masyarakat, red.]… Menjadi kesempatan menyelipkan kabar tentang anak-anak di sekolah,” ungkap Marlina. Pendekatan ini diperlukan karena tugas Pengajar Muda tidak hanya mengajar di sekolah lokasi penempatan tetapi juga mengedukasi masyarakat sekitar.
Beberapa manfaat yang Jihan dan Marlina dapatkan saat menjadi Pengajar Muda adalah melatih skill pemecahan masalah, mengasah kecakapan berkomunikasi dengan masyarakat dan anak-anak, keterampilan hidup di fasilitas minim dan penuh keterbatasan, dan inovasi dalam kegiatan belajar-mengajar. Menurut Jihan, mengikuti program Indonesia Mengajar ini juga wujud syukur karena merasa selama ini telah dibantu oleh banyak pihak dalam meraih prestasi studinya dan ingin lebih bermanfaat.
Kisah pengalaman ini diharapkan dapat diambil pembelajaran dan hikmahnya untuk nantinya dapat diterapkan oleh anggota KMNU IPB. Penerapan ini misalanya melalui kegiatan-kegiatan pengabdian KMNU IPB seperti Nahdlatul Athfal, Naila Mengajar, dan pengabdian di Masjid Baitus Sholihin. (HR)

NB:
Silahkan kunjungi www.indonesiamengajar.org untuk mengetahui lebih lanjut tentang program Pengajar Muda

admin

Related Posts
Leave a reply