Kajian Rutin Fiqh: “Hal-Hal yang Membatalkan Sholat”

Rangkuman kajian
Kitab: Fathul Qorib
Pemateri: ust Hamzah Alfarisi
Waktu: Jumat, 30 November 2018
Tempat: node ARL lt 2

  • Fasal, Hal-hal yang membatalkan Sholat

Hal-hal yang membatalkan Sholat ada 11,yaitu:

  1. Berbicara dengan sengaja, yaitu ucapan-ucapan yang disengaja dan difahami orang lain . Berbicara selain membaca ayat Al-Qur’an walaupun hanya mengatakan ” قِ” yang berarti jagalah, maka itu akan membatalkan sholat.
  2. Bergerak yang berlebihan, hitungan berlebihan adalah lebih dari tiga gerakan atau satu gerakan tetapi frontal, misalnya loncat. Meskipun hanya satu gerakan, tetapi itu tidak dihitung satu gerakan karena gerakannya terlalu frontal. Yang tidak dihitung sebagai gerakan yaitu gerakan-gerakan kecil seperti gerakan jari, gerakan bibir, gerakan kelopak mata.
  3. Hadats, baik hadats kecil maupun hadats besar.
  4. Terkena najis, contohnya kotoran cicak.
  5. Terbukanya aurat, kalau terbukanya hanya sebentar kemudian ditutup itu tidak membatalkan sholat.
  6. Berubahnya niat, contohnya ketika imam salah, kemudian makmum mengucapkan tasbih ( bagi laki-laki) tetapi hanya berniat mengingatkan imam bukan diniati dzikir, maka dia sholatnya batal.
  7. Berpaling dari kiblat, Imam Syafi’i menggunakan acuan dada, ketika dada berpaling dari kiblat maka sholatnya batal.
  8. Tertawa terbahak-bahak sampai badannya ikut bergerak-gerak.
  9. Makan, contohnya ketika sebelum sholat seseorang makan terlebih dahulu. ketika sholat, terdapat sisa makanan yang tertinggal di gigi , kemudian sisa itu ditelan, maka sholatnya batal.
  10. Minum
  11. Murtad

 

  • Fasal,

Dalam sholat fardhu itu ada 17 rokaat, 34 sujud, 94 takbir, 9 tasyahud, 10 salam, 153 tasbih, dan jumlah rukun sholat fardhu ada 126. Orang yang tidak kuat untuk berdiri, maka diperbolehkan sholat dengan duduk, yang paling afdhal adalah duduk seperti duduk iftirasy. Jika tidak kuat duduk maka sholat dengan tidur miring, lambung kanan berada di sebelah bawah dan miring menghadap kiblat, jika tidak mampu maka menggunakan isyarat.

  • Fasal, perkara yang ditinggalkan ketika sholat.
  1. Jika perkara wajib yang ditinggal atau rukun sholat, maka harus ditambah dan disempurnakan sesuai dengan rukun yang ditingggalkan dan ditambah dengan sujud sahwi.
  2. Jika yang ditinggalkan adalah sunnah, maka tidak perlu menambah tetapi tetap melakukan sujud sahwi.
  3. Jika yang di tinggalkan bukan wajib dan sunnah maka tidak perlu menambah dan tidak perlu sujud sahwi.

 

 

 

admin

Related Posts
Leave a reply