Mila: Seorang Mahasiswa yang Santri, Santri yang Mahasiswa

Mila: Seorang Mahasiswa yang Santri, Santri yang Mahasiswa

Alhamdulillah, sangat senang sekali ketika ada lulusan pesantren yang berkesempatan untuk menimba ilmu di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan mengamalkan ilmu yang sudah didapatkannya, walaupun masih tingkat pertama.

Adalah Milatul Umi Sahilah, atau akrab dipanggil Mila atau bu nyai oleh teman-teman sejawatnya, Mahasiswa tingkat pertama (Angkatan 2017/54) di Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia rela membagi waktunya untuk berbagi ilmu dengan teman-teman seasramanya. Eits, tapi bukan ilmu umum yang ia share, melainkan kitab Al-Ajurumiyyah, salah satu kitab nahwu dasar populer di dunia pesantren.

Mila merupakan lulusan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Cilacap. Ia juga sudah 3 tahun menimba ilmu (nyantri) di Pondok Pesantren Pembangunan Miftahul Huda, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. Sekarang, ia melanjutkan tholabul ‘ilminya di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB).

Kajian Jurumiyyah tersebut ia Istiqomahkan setiap hari Kamis sore ba’da ashar di lobi asrama A1. Selain itu, iapun masih Istiqomah mengaji di kajian rutin kitab tauhid yang  diadakan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul  Ulama (KMNU) IPB istiqomah setiap jum’at bada isya dan kitab nahwu di Majelis Ta’lim Almiyah, asuhan Kepala Divisi Kajian KMNU IPB setiap sabtu sore. Mila memang dikenal cerdas, berwawasan luas dan humble.

Mila mengaku senang mengajar Jurumiyyah. Kitab ini terkenal dan masyhur di kalangan pembelajar Nahwu, Khususnya di pondok pesantren Indonesia. Kitab ini merupakan karangan Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad bin Dawud Al-Shinhâji. Ilmu nahwu ini sendiri penting untuk nantinya bisa memahami Al-Quran. karena Bahasa Al-Qur’an memiliki sebuah tata bahasa. Ada Nahwu, Shorof, Balaghah, Mantiq, Badi’ dan sebagainya. Setiap bidang ilmu tersebut memiliki tupoksi tersendiri. Nahwu dan Shorof berisi tentang gramatical bahasa arab, mulai dari penggunaan huruf jar, kedudukan SPO, I’robiyah dan sebagainya. Memahami kitab jurumiyyah tidak mudah, tetapi ia memilih mengajar kitab jurumiyyah karena dinilainya sebagai ilmu pasti, tidak seperti fiqih, tauhid yang syarat akan ikhtilaf ulama.

Semoga dengan adanya sosok Mila ini bisa menumbuhkan semangat mengaji di kalangan mahasiswa. Semoga kedepannya akan ada lagi Mila Mila yang lain, yang bersedia ikhlas berbagi ilmu agama yang telah ia peroleh kepada semua sahabat muslim. Khususnya di IPB ini sendiri. KMNU, Ngaji Beres, Kuliah sukses. (Lee)

admin

Related Posts
Leave a reply