Keorganisasian KMNU (NU) IPB

Keorganisasian KMNU (NU) IPB

Teringat dhawuh Mbah Hasyim Asy’ari yang sangat populer dan mungkin sebagian besar mejadi landasan bagi teman-teman untuk mengurusi NU. Kakek Gus Dur tersebut pernah menyampaikan “Siapa yang bersedia mengurusi (mengelola) NU saya anggap dia santriku. Barangsiapa menjadi santriku, aku doakan khusnul khotimah”. Mengurusi NU harus tetap dilakukan dimana saja meskipun di sana mayoritas bukan orang-orang NU. Di IPB, kami Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) IPB mengurusi NU dengan cara kami sendiri, cara yang kami mampu dan menurut kami sangat relevan dengan kehidupan mahasiswa di perguruan tinggi, yaitu organisasi KMNU IPB.
KMNU IPB adalah salah satu wadah dengan satu tujuan, yaitu mengurusi NU, sudah. Hemat saya, Organisasi di dalam KMNU IPB sudah bisa membuktikan bahwa kader-kader NU di Perguruan tinggi mulai bisa menunjukkan kepiawaiannya mengelola dan menjalankan suatu organisasi ini dimana tentunya masih tetap mempertahankan khittah NU dan nilai-nilai kekeluargaan yang kental di sana. Sebagai salah satu anggota dari organisasi itu, saya merasa bersyukur bisa diberi kesempatan untuk mengurusi NU melalui KMNU. Di sini tidak bisa dipisahkan peran antara Keluarga dan Organisasi karena dari keduanya timbul rasa ikhlas, kasih sayang, dan juga profesionalitas.
Menurut pendapat Halim Iskandar, Ketua DPRD Jatim/Ketua DPW PKB Jatim dalam tulisannya yang dimuat di jawa pos 13 juni 2015, mengatakan bahwa banyak orang yang seolah-olah aktif di NU (di sini KMNU), namun tidak dilandasi semangat berbakti kepada kepentingan agama dan bangsa. Melainkan hanya sekedar mendahulukan kepentingan diri sendiri dan kelompok (firqoh) masing-masing. Jadi sejatinya kelompok ini bukan ngurusi NU, tetapi ngerusuhi NU. Mengutip analogo aaAlexis de Tocqueville (1805-18590 sebagaimana dikutip dawam rahardjo (1995), kontribusi sebuah perkumpulan dan perhimpunan sukarela (voluntary association) yang terpresentasi dalam format non-govermental organization (NGO) adalah sakaguru civil society, berperan layaknya Ibu, yang berperan melahirkan sekaligus mengasuh.
Karena merupakan bagian dari NGO dan civil society, NU harus benar-benar diurusi secara serius. Insyaallah dengan adanya organisasi KMNU IPB kita bisa mengurusi NU dengan baik dan sesuai dengan khittah Nahdlatul Ulama. Sekian dari saya. Terimakasih banyak.

Author : Ismu Zamazami
Picture : islami.co

muhammad

Related Posts
Leave a reply