DIBALIK NYAMANNYA KAJIAN KMNU

DIBALIK NYAMANNYA KAJIAN KMNU

Hujan mengguyur kampus IPB serta malam yang terasa dingin. Hari itu bertepatan malam sabtu yang seperti biasa menjadi rutinitas anak KMNU IPB, yaitu kajian kitab di node ARL lt. 2. Satu-persatu anak KMNU hadir dan menempati tempat yang telah disediakan.
Teringat sebelum kajian dimulai. Datang seorang lak-laki yang memakai jaket hitam membawa karung yang kelihatan berat dengan memikul di bahunya. Karung tersebut berisi salah satunya tikar sejumlah sekitar 5-6 tikar. Punggungnya membawa tas berwarna merah hitam yang berisi pengeras suara untuk kajian. Badan dia yang basah karena terkena hujan, mungkin badannya menutupi karung atau tas agar tidak terkena hujan. Langsung dibukanya tikar tersebut dengan dibantu sedikit temen-temennya disitu. Memasang kabel terminal yang sumber listriknya sedikit jauh. Tak lupa juga memasang dan mengatur pengeras suaranya.
Sebelumnya, ada seorang perempuan yang rela sendirian menunggu sampai teman-teman yang lain datang untuk kajian atau menunggu pengurus membawa peralatan kajian. Tak lain halnya dia untuk mengetag tempat tersebut agar node ARL lt. 2 tidak dipakai orang lain. Sehingga KMNU tidak bingung mencari tempat buat kajian. Berkat mereka anak KMNU bisa merasakan nyamannya kajian. Banyak orang yang tidak tahu dibalik nyamannya kajian KMNU terkadang kita juga tidak berterima kasih kepada mereka.

Itulah salah satu ciri kader KMNU yang sebenarnya. Kader militan adalah orang yang ada disaat orang lain lain tidak ada, orang yang melakukan disaat oran lain tidak melakukan. Yang selalu ikhlas melakukannya. Kader KMNU adalah sosok relawan yang tak dibayar, bukan berarti tak bernilai tetapi tak ternilai.

Author : M. Tajuddin

muhammad

Related Posts
Leave a reply