KISAH JARI TANGAN

KISAH JARI TANGAN

Jari jempol bilang dengan bangganya, “akulah jari yang paling besar diantara kalian, orang-orang menyebutku ibu jari. Namanya ibu, kalian adalah laksana anak-anakku. Manusia menggunakanku untuk keperluan yang sangat penting seperti cap 3 jari, sensor atau absen sidik jari. Aku hebat bukan.”

Jari telunjuk membalas jari jempol. “Meskipun kau yang paling besar, tapi kau juga pendek, aku lebih tinggi daripada kau. Lihat diriku, manusia selalu menggunakanku untuk menunjuk sesuatu, sehingga aku dijuluki jari telunjuk.”

Jari tengah pun ikut bergabung. Dia pun berkata, “jempol, meskipun kamu yang paling besar. Dan telunjuk, meskipun kamu digunakan untuk menunjuk, tetap aku yang paling istimewa. Aku adalah jari yang paling tinggi diantara kalian. Jangan macam-macam aku injak kalian.”

Jari manis tak mau ketinggalan. “Lihat aku dong, aku jari yang paling cantik. Perempuan menggunakanku untuk memperindah dirinya dengan perhiasan emas yang dipasang di diriku. Sehingga aku juga kelihatan paling manis diantara kalian, maka dari itu manusia menyebutku jari manis.” Katanya.

Jari telunjuk menunjuk jari kelingking dan berkata, “hey telunjuk, loe jari yang paling kecil, kurus diantara kami, bahkan loe jari yang tak berguna. Tak ada yang bisa loe lakuin.”

Semua jari tertawa terbahak-bahak.

Jari kelingking membalas, “memang kalian punya kelebihan, tapi ingat kalian juga punya banyak kekurangan, maka jangan pernah sombong. Kalian lupa bahwa kalian tetap membutuhkan bantuan dengan yang lain, mungkin jempol dengan telunjuk, atau bahkan kita sama sama. Dengan bersama-sama kita dapat menggenggam dengan kuat. Dengan bersama-sama manusia dapat menggunakan kita menghitung bahkan perkalian. Dengan bersama-sama kita dapat mengurangi beban yang berat. Jangan bangga dengan kelebihan kalian masing-masing karena itu hanya titipan dan suatu saat akan diambil kembali.”

Apakah kamu pernah merasakan menjadi jari jempol, jari telunjuk, jari tengah, jari manis, ataupun jari kelingking? Pasti kita pernah merasakan menjadi kelima jari. Sombong dengan kelebihan kita dan menghina orang lain. Tetapi tetap jadilah kelingking, sabar dan kuat dalam menghadapi masalah. Dan selalu bersyukur apa yang telah dimilikinya.

Author : Jari Kelingking

Picture : wordpress.com

 

muhammad

Related Posts
Leave a reply