NU, KMNU, dan Aku #Jilid2

NU, KMNU, dan Aku #Jilid2

Assalamu’alaikum para pembaca setia Web KMNU IPB. Masih ingat kisah luar biasa dari mbak Fitri tentang Nu dan KMNU? Berikut kisah selanjutnya,

……………………………..Alhamdulillah… Alhamdulillah… Tak sampai aku mencela para Khulafaur Rasyidin. Semua hal itu mulai terhenti saat aku mengenal kedua adik tersayangku, Rofi’ul dan Hijayat.

Masih sangat jelas dalam ingatanku, malam sepulang mengerjakan tugas kelompok, sekitar jam 21.30, aku sedang menyantap bubur kacang hijau panas di Bara bersama kawanku. Saat itu Allah mempertemukanku dengan Rofi’ul, Spontan aku tanyakan darimana dia, mengapa baru pulang? Dia pun menceritakan bahwa malam itu baru saja diadakan kajian kitab kuning, dan pengisi kajian malam itu adalah Hijayat. Betapa terkejutnya aku, ada kajian kitab kuning, di IPB. Luar biasa. Sebelumnya aku hanya pernah mendengar tentang kitab kuning dari ibuku yang Alhamdulillah pernah mempelajarinya saat madrasah diniyah. Aku pun mulai bertanya-tanya dalam hati, apakah aku perlu ikut kajian kitab kuning bersama mereka atau tidak.

Beberapa minggu kemudian, aku menyatakan pada Rofi untuk mencoba mengikuti kajian. Hari pertama kajian, Rofi rela menungguku di Halte Faperta sampai jam 19.30an dan mendampingiku untuk mengikuti kajian perdanaku malam itu. Pengisi kajian saat itu adalah Hijayat dan Irsyad. Karena aku masih ragu, tidak setiap Jumat malam aku menghadiri kajian. Aku sering menyampaikan apa yang aku dapat saat kajian ke forum mentoring bersama murabbiku. Saat itu aku benar-benar masih ragu dengan NU. Ah tapi tak apa lah, yang penting aku ngaji, nambah ilmu. Udah gitu aja, gak usah mikir yang lain, fikirku saat itu.

Mulai akhir tingkat tiga, kegiatan kajian KMNU mulai rutin aku ikuti. Aku pun mulai rajin bertanya hal-hal yang dasar, mungkin pertanyaan yang aneh bagi mereka yang sudah lebih akrab dengan ke-Islaman. Saking seringnya aku bertanya, aku pun mulai dikenal mereka. Entah apa yang terjadi, semakin sering aku mengikuti kajian, semakin sulit aku mengikuti kegiatan mentoring, selalu saja ada kendala yang menyebabkan kegiatan mentoring tak dapat berlangsung. Aku pun terus mengusahakan untuk selalu hadir saat kajian, bahkan aku sampai meminta pengurus mengadakan kajian saat libur Ramadhan, dan Alhamdulillah Allah mengabulkan doaku. Kajian Ramadhan pun dilakukan.

………..Bersambung………….

Author : Fitri Afina Radityani

muhammad

Related Posts
Leave a reply