Memulai Manajemen Waktu

Memulai Manajemen Waktu

“Aduh gawat nih, tugas resume pelajaran IPA ku belum ku kerjakan, padahal besok di kumpulin. PR matematika juga belum selesai. Tugas Bahasa Indonesia bikin cerita selama liburan kemarin juga belum kukerjakan. Mana nanti sore mau berkunjung ke rumah saudara lagi. Belum malamnya ada pengajian di rumahku. Apalagi tugas makalah bahasa inggris belum ku print, mana tukang fotocopy pada tutup lagi.” Hal seperti itu tentu akan membuat kita mengerjakan tugas seperti orang yang kehabisan nafas, dan hasilnya pun kurang maksimal. Jika kita pernah atau bahkan sering mengalami kejadian tersebut, berarti ada yang salah dengan manajemen waktu kita.

Percaya atau tidak, sadar atau tidak, kita tentu sering mengulur-ulur waktu, baik dalam melakukan suatu pekerjaan, menghadiri sebuah pertemuan, bahkan dalam urusan ibadah. Lebih parahnya lagi, hal ini seakan dianggap wajar dan sudah membudaya di kalangan tertentu. Mungkin kita lebih sering menyia-nyiakan waktu untuk hal yang bisa dibilang kurang bermanfaat (mungkin termasuk membaca tulisan ini),  daripada melakukan hal yang menimbulkan manfaat. Masih hangat dalam benak saya, ketika  menghadiri sebuah pertemuan yang seharusnya di mulai pukul 15.00, namun karena banyak anggota yang belum hadir sehingga di undur hingga pukul 16.30. Hal ini mengingatkan saya pada sebuah artikel yang dimuat di buku bahasa inggris anak SMA, yang menyebutkan bahwa orang Indonesia pada umumnya akan terlambat hingga 15 menit dalam sebuah pertemuan, meski dalam kasus diatas terlambat hingga satu jam lebih. Mungkin juga datang tepat waktu dalam sebuah pertemuan dianggap seperti sebuah anomali dalam pikiran beberapa orang.

Jika ingin berubah, hal pertama yang harus dilakukan adalah merubah kebiasaan. Dan tentunya hal yang paling awal yang harus dilakukan adalah menata ulang pola penggunaan waktu sehari-hari. Mengingat waktu adalah karunia tuhan yang sangat besar. Kita tidak bisa membeli maupun menjual waktu, tidak mungkin juga untuk mempercepat ataupun memperlambat waktu yang kita miliki, dan bahkan kita tidak mungkin mengembalikan 1 detik waktu yang terlewat. Bukankah dalam sebuah perlombaan balap jarak antara juara 1 dengan orang dibelakangnya hanya terpaut beberapa detik atau bahkan hanya berkisar beberapa milidetik, namun pengaruhnya sangat besar? Hal ini juga yang bisa terjadi jika kita melakukan kesalahan dalam memanfaatkan waktu yang kita punya. Bisa jadi banyak hal yang kita lewatkan ketika 1 detik waktu yang kita punya berlalu.

Untuk itu, diperlukan manajemen waktu yang tepat dengan menempatkan segala sesuatu sesuai prioritas. Manajemen waktu yang tepat akan berimbas pada terciptanya manajemen hidup yang teratur. Hal paling awal dalam manajemen waktu yang baik adalah menyusun kegiatan yang harus dilakukan dalam sehari ( list – things – to –do ). Hal ini akan membuat kita bisa memanfaatkan waktu seoptimum mungkin. Tentunya segala sesuatu yang sudah kita rencanakan akan jauh lebih mudah dilakukan ketimbang hal yang dilakukan dadakan. Berikutnya, kita harus memiliki skala prioritas ketika terdapat dua kegiatan dalam waktu yang sama, terutama bila ada pertemuan organisasi. Hal ini karena mustahil kita bisa menghadiri dua pertemuan dalam satu waktu yang sama. Dalam kasus ini, yang perlu dilakukan adalah menghadiri satu pertemuan, dan untuk pertemuan yang tidak bisa kita hadiri, mintalah notulensi hasil pertemuan tersebut. Dan bila ada tugas, maka kerjakanlah sesegera mungkin.

Berikutnya, penting untuk kita menyegerakan memulai suatu pekerjaan. Pekerjaan yang dimulai lebih awal tentu dapat selesai lebih awal juga, dengan catatan kita fokus mengerjakannya. Jika kita menundanya, akibatnya adalah waktu kita untuk melakukan pekerjaan lain akan berkurang, sehingga hasilnya kurang maksimal. Penting juga bagi kita untuk mengatur emosi kita dalam melakukan suatu pekerjaan, karena emosi dapat mempengaruhi keadaan seseorang dalam bekerja. Contoh saja, orang akan semangat sekali bekerja jika ia dalam keadaan senang atau bahagia, dan justru akan sangat malas atau temperamen jika bekerja dalam keadaan marah. Terakhir, hal yang harus diingat adalah jangan malu untuk berkata tidak. Kebiasaan buruk sebagian orang indonesia adalah tidak enak menolak jika diberi sutau pekerjaan, padahal itu diluar kemampuannya atau kondisinya sedang tidak memungkinkan. Jika kita memaksakan melakukan pekerjaan itu, maka yang ada hanya akan menjadi beban pikiran dan hasilnya pun kurang maksimal.

Manajemen waktu yang baik akan memberikan dampak yang besar dalam keseharian seseorang.

Bukankah rasul juga sudah mengingatkan, bahwa orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan orang yang merugi adalah orang yang yang hari ini sama dengan hari kemarin, serta orang yang celaka adalah orang yang hari esoknya lebih buruk dari hari ini.

Mengingat waktu yang telah berlalu tidak dapat kembali, maka penting sekali menerapkan manajemen waktu dengan sebaik-baiknya agar setiap waktu yang kita miliki bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Hal ini tentu karena hidup seseorang layaknya sebuah batu baterai, yang umurnya sudah ditentukan sejak awal pembuatannya. Oleh karena itu, manfaatkanlah waktu yang masih kita punya, sebelum waktu yang kita punya meninggalkan kita.

Author : Sitta M

Picture source : assets.nova.id

muhammad

Related Posts
Leave a reply