OLEH OLEH UNTUK NAHDLATUL ATHFAL

OLEH OLEH UNTUK NAHDLATUL ATHFAL

Oleh Muhammad Zimamul Adli

“Akhirnya Bisa Menangis” Sekian lama rasa yang semakin kering. Hati yang semakin gundah melanda dalam diri. Sekian lama aku mencari dari satu majlis ke majlis. Dari tempat ke tempat yang lain. Semua aku lakukan untuk mencari tempat agar bisa menangis. Namun tak disangka, setelah 3 hari di Jogja mengikuti pelatihan manajemen komunitas akhirnya sampai pada acara sharing bersama Ibu cici pendiri komunitas TANOKER.

Dimulai beliau menceritakan gejolak dalam hidup beliau yang harus kembali ke Jember setelah sekian lama bertempat di Jakarta. Kedua, beliau menceritakan tentang keprihatinan beliau masyarakat desa Ledokombo Jember yang mana hampir semua masyarakat menjadi TKW/TKI di luar negeri. Hal ini menyebabkan putra putri di desa tersebut banyak yang tidak bisa merasakan kebahagiaan kasih sayang orang tua. Beliau mengistilahkan “Ledokombo : wilayah ‘Yatim Piatu Sosial’.” Akhirnya beliau mengumpulkan anak-anak itu untuk diajak bermain enggrang.

Singkat cerita Enggrang menjadi icon kabupaten dan beliau bisa menjadikan anak-anak itu dari bukan siapa-siapa menjadi anak-anak yang luar biasa. Tampil ditingkat nasional maupun internasional. Slide demi slide beliau menjelaskan perjuangan beliau dan sampailah pada pemutaran video kreatifitas anak-anak saat tampil di luar negeri, disitulah tak kenapa air mata haru keluar tanpa disengaja. Air mata bangga, ternyata beliau lakukan hanya untuk membahagiakan anak-anak secara suka rela.

Mungkin benarlah apa yang tertulis dalam dalil Naqli “Datangilah aku bersama orang-orang miskin”. Hatiku rasa bahagia karena bisa mengeluarkan air mata setelah lama kering. Dan jauh saya teringat adik-adik saya yang dengan ikhlas mereka tekun dan istiqomah melaksanakan pengabdian untuk anak yatim. Yang tadinya cuma 3 orang, pada hari ini saya mendapat kabar yang datang 30 orang. Semoga air mata yang keluar akan menjadi saksi dalam perjuangan ini. Dan menjadikan awal dari air mata yang selanjutnya untuk membasahi hati yang terlanjur kering dan kotor ini. Adik-adik, doakan semoga bisa membawa “oleh-oleh” untuk kalian agar pengabdian KMNU IPB bisa lebih membahagiakan mereka.

muhammad

Related Posts
Leave a reply