Polemik Desain Uang Baru Indonesia

Polemik Desain Uang Baru Indonesia

Berikut ini analisa saya mengapa desain uang baru Indonesia banyak dicibir kelompok tertentu

Alasannya adalah karena mereka merasa sakit hati karena foto tokoh dari ormas/kelompok mereka tidak dicantumkan dalam desain uang yang baru. Akhirnya mereka mencari-cari alasan yang tidak logis, mulai dari mencocoklogikan desain uang Rupiah dengan Yuan, padahal sudah jelas desain uang itu lebih mirip Euro. Menyebarkan isu bahwa pemerintah tidak pro umat Islam, karena 5 dari tokoh yang dicetak dalam uang baru adalah non Muslim. Kemudian mengatakan bahwa logo BI mirip logo PKI, padahal itu adalah teknik Rectoverso yang berfungsi untuk meningkatkan keamanan uang.

Perlu diketahui, bahwa 11 tokoh yang fotonya dicetak dalam uang baru merupakan orang-orang yang telah memberikan kontribusi nyata merebut dan mengisi kemerdekaan RI. Pemilihan tokoh tersebut sudah melalui kajian yang mendalam serta telah meminta restu dari ahli waris tokoh tersebut. Jadi sangat aneh jika mereka mempermasalahkan kenapa foto Cut Meutia tidak berjilbab, padahal kenyataannya beliau memang tidak berjilbab.

Dua diantara 6 Muslim yang dicantumkan dalam desain uang baru adalah aktivis dari 2 ormas Islam terbesar di Indonesia, yaitu KH. Idham Chalid (NU) dan Ir. Djoeanda (Muhammadiyah). Pemerintah RI mengakui bahwa kedua tokoh tersebut telah memberikan sumbangsih besar bagi bangsa dan negara kemudian mengapresiasinya dengan cara mengabadikannya dalam desain mata uang RI.

Sekarang sudah jelas kan, bahwa orang-orang Islam yang mencibir desain uang baru RI berasal dari kelompok mana?

Ya, mereka berasal dari kelompok Islam minoritas diluar NU dan Muhammadiyah. Mereka jumlahnya sedikit namun sangat berisik, sehingga tampak besar. Inti permasalahannya adalah hanya rasa iri dan dengki di hati mereka-mereka.

Gara-gara hal sepele seperti ini pemerintah RI banyak membuang energi karena harus memberikan klarifikasi dan penjelasan ke publik berkali-kali. Program kerja pemerintah terhambat karena harus menyelesaikan hal-hal yang sama sekali tidak esensial. Akibatnya rakyat yang tidak tau apa-apa ikut mengalami kerugian.

Semoga dengan ini kita sadar dan tidak ikut-ikutan latah mencibir pemerintah RI. Karena untuk menjadi negara maju maka rakyat dan pemerintah harus saling bersinergi untuk sama-sama membangun negeri. Bukan malah saling menaruh rasa curiga.

 

Sumber : KH. Idham Chalid (IG @nahdlatululama) dan Ir. Djoeanda (IG @persyarikatan_muhammadiyah)

muhammad

Related Posts
Leave a reply