Surat Cinta untuk Kabinet Syafi’iyyah

Surat Cinta untuk Kabinet Syafi’iyyah
Dear Syafi’yyer.
Tak terasa, tak diduga, tak disangka-sangka, ternyata kepengurusan KMNU IPB 2015/2016 Kabinet Syafi’yyah telah berumur satu tahun dan itu berarti tanda berakhir sudah kepengurusan ini.
Tentu dalam satu tahun ini, banyak lika-liku yg telah kita lewati bersama, baik suka maupun duka. Konflik, adu pendapat, sakit hati, saling tuduh, egois dsb adalah suatu kewajaran dan bagian dari dinamika berhubungan dalam beroganisasi.
Apakah itu sebuah kekurangan-cacat? Bukan, semua itu adalah bagian dari proses dan sekaligus penempaan kepengurusan kita dalam menyelesaikan segala problematika yg muncul.
KMNU IPB, bukanlah organisasi yang simpel sebenernya. Agendanya cukup padat, mulai rutinan (kajian-dibaan), event akbar (ipb bersholawat), phbi (muharramah maulid nabi ), pengabdian (sekret, mina) dan agenda-agenda lain yg muncul secara tiba-tiba tanpa diundang, kalau boleh saya ibaratkan bagai ‘angkot bogor yang padat-merayap’.
Secara pribadi, saya mohon maaf yang sedalam-dalamnya, pastinya dalam mengemban amanah selama setahun ini terdapat kesalahan, kekurangan, keburukan, dan hal-hal buruk lain yang tak dapat disebutkan dengan kata-kata. Saya hanyalah manusia biasa yang tak luput dari salah dan lupa.
Bagi pengurus syafiyyah yang kurang aktif, saya berhusnudhon bahwa kalian disana lebih dibutuhkan daripada mengurusi organisasi ini, bagi angkatan 51 kalian masih ada kesempatan di kepengurusan berikutnya, bagi angkatan 50 kalian juga masih bisa ikut kegiatan-kegiatan yg akan diselenggarakan nanti.
Terimakasih bagi pengurus yang sudah secara total aktif mengurusi dalam kepengurusan ini, smga pengorbanan kalian baik waktu, tenaga, fikiran, dan biaya menjadi penebus dosa-dosa kalian semua.
Sekecil apapun yang kalian lakukan adalah kontribusi. Sekecil apapun yg kalian lakukan pasti membawa perubahan, namun mungkin hanya kekuatan perubahan itulah yg membedakan.
Semoga silaturahim kita berlanjut hingga di surga Allah, dan semoga kita semua bisa menjadi santrinya mbah Hasyim Asy’ari yang insyaAllah didoakan mbah Hasyim mati husnul khotimah bersama keluarga kita nanti.
Amiin.
Mungkin itu sedikit curahan hati saya yang terdalam, yang ingin saya utarakan ke hati temen-temen semua.
Sampai jumpa lagi diacara-acara KMNU IPB yang lain.
Salam cinta dan hangat,
Alfaqier ilallah Hamzah alfarisi
(Khadim KMNU IPB periode 2015/2016).
muhammad

Related Posts
Leave a reply