CONFERENCE ON INDONESIAN FOREIGN POLICY 2016

CONFERENCE ON INDONESIAN FOREIGN POLICY 2016

Jakarta (18/9) – Conference on Indonesia Foreign Policy (CIFP) 2016 diadakan di Kota Kasablanka pada hari Sabtu, 18 September 2016. Acara ini merupakan forum terbuka dan independen yang membahas hubungan Indonesia dengan dunia internasional dalam berbagai aspek: Geopolitik, Keamanan, Ekonomi, Budaya, Lingkungan hidup, dan lain-lain. CIFP adalah forum yang mutlak perlu dihadiri oleh para praktisi, pemikir dan peminat hubungan internasional yang ingin menambah wawasan dan mencari gagasan-gagasan baru.

CIFP merupakan festival diplomasi, yang mempertemukan Pejabat, Duta Besar, Diplomat, Politisi, Selebriti, Pengusaha, Public Figures, Militer, Intelijen, Pakar, Wartawan, Pengamat, Dosen dan Mahasiswa. Topik-topik yang akan dibahas dalam CIFP adalah yang aktuil dan berkaitan dengan kepentingan sosial Indonesia, antara lain : ASEAN, Poros Maritim, Pemuda dan Globalisasi, Major Powers, Emerging Powers, Demokrasi, G20, Diplomasi Ekonomi, Islam dan Barat, Multilateralisme, TPP, Bajak laut, MEA, Terorisme, Laut Cina Selatan, Brexit, dan lain sebagainya.

Acara ini dimulai dengan opening speech oleh Dino Patti Djalal. Kemudian dilanjutkan oleh Menko Polhukam, Wiranto. Lalu, pemberian FPCI Award untuk Indonesia Local Leader With Outstanding Internasionalism dan Innovative Ambasador. Sesi terakhir ditutup dengan Closing Plenary oleh Presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Timor Leste pertama, Xanana Gusmao.

Perwakilan KMNU IPB turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Nurul Hidayah, Kholilah Dzati Izzah, dan Muhammad Abdul Qohar menjadi peserta dalam CIFP ini. “tentu acara ini sangat bermanfaat terutama bagi bangsa Indonesia, semoga acara seperti ini dapat diselenggarakan lebih banyak lagi” ucap Qohar usai acara. (Nurul Hidayah)

 

muhammad

Related Posts
Leave a reply