KMNU dan Rebana “Rasa Cinta”

KMNU dan Rebana “Rasa Cinta”

Oleh Muhammad Zimamul Adli

Keluarga kami yang dulu, bukanlah seperti keluarga kami yang sekarang. Fasilitas yang memadai, SDM yang melimpah dan mumpuni. Kami dulu hanya punya semangat untuk nekat dan kebersamaan saja dalam setiap keterbatasan. Sekret tak punya, bahkan rebana pun kita tak punya. Terkadang untuk tampil diacara sekalipun, ketua KMNU IPB saat itu (2009-2011) sampai hati untuk meminjamkan rebana sendiri dengan menyewa motor kepondok pesantren pagentongan hanya untuk ingin kami bisa tampil.

Sekali lagi dengan kebersamaan dalam keterbatasan itu, membuat kami ingin memiliki rebana sendiri. Namun, dengan apa kita harus beli? Kas keluarga kami pas-pasan bahkan hampir tidak ada. Iuran juga berat dengan jumlah anggota yang sekian, harus beli rebana sekitar 1.5 juta untuk satu set rebana. Akhirnya temenku yang memecah keheningan kita semua saat itu yang sedang kumpul. Katanya “ya sudah nanti aku beli 1 pasang rebana” sambil meyakinkan kami.

Beruntunglah temen-temen yang sekarang masih belum punya sekret, maka masih banyak rasa yang bisa diberikan untuk KMNU.

Kamipun tersenyum bahagia, berarti tinggal 1 pasang rebana dan 1 bass lagi. Namuuuuunnnnn… Kami pun kembali terdiam, lantas bagaimana caranya untuk menutupi sisanya? Singkat cerita…. Akhirnya ide jualan seafood cepat saji pun menjadi pilihan. Wal hasil seminggu kami menyusun jadwal kosong kuliah untuk bergantian jualan seafood di kampus sampai beberapa minggu. Bayangkan begitu padat kuliah dan tugas-tugas laporan praktikum atau PR responsi… Hanya karena ingin punya rebana 1 set kami lakukan semuanya dengan suka cita dan penuh keceriaan. Capek tentulah capek. Tak terasa waktu demi waktu capek itu hilang bersama datangnya 1 set rebana yang hadir ditengah keluarga kami. Dengan nadanya yang memiliki sejuta keindahan memancarkan aura kebahagiaan.

Beruntunglah temen-temen yang sekarang rutinannya masih tak lebih dari 10 orang, maka masih banyak yang dilakukan untuk melapangkan dada, meluangkan waktu, dan tenaga untuk mengajak satu persatu teman-teman kita dan adik-adik kita… Betapa terkadang kita merasa sendiri dan sedih ketika kita sudah mengajak yang lain tapi yang datang hanya itu-itu saja….

Dan masih beruntunglah temen-temen yang dana KMNU PT masih pas-pasan maka masih banyak peluang untuk berbagi kepada KMNU…. Aku beruntung, merasakan ndak punya sekret (kampuslah yang menjadi sekret). Aku beruntung merasakan ndak punya rebana. Aku beruntung merasakan yang dibaan hanya 3 orang. Aku beruntung pernah meninggalkan UKM FORCES (Forum for scientific studies) dan lebih memilih KMNU dan aku sekarang sangat berbahagia melihat gedung megah dibelakang kampusku itu.

Aku sekarang bahagia, melihat adik-adik 60 orang malam minggu ini hadir diba’an dengan wajah yang penuh bahagia melantunkan sholawat kepada junjungannya. Dan aku bahagia diakhir LPJ Kepengurusanku bisa surplus 6 juta untuk diwariskan kepada pengurus selanjutnya. Aku bahagia bahagia dan bahagia…. Aku telah menjadi bagian yang tak terpisahkan bersama kalian.. Selamat malam, kakak-kakakku yang telah membesarkan hati dan jiwaku. Teman-temanku yang selalu bersamaku dan adik-adikku yang menambah keceriaanku.

👳💚KMNU

muhammad

Related Posts
Leave a reply