Kado Spesial Santri di Hari Istimewa

Kado Spesial Santri di Hari Istimewa

Bersyukur atas kehidupan yang telah memberikan tempat hidup yang layak, tempat berteduh yang damai, tempat ibadah yang nyaman dan tanah yang subur INDONESIA. Agustus bulan yang menyimpan makna tersendiri dalam hidupku. Terkadang ku membayangan betapa menyedihkan apa yang dialami para pejuang dan pahlawan Tanah Air dalam kemerdekaan Indonesia.  Seorang kakek pernah bercerita kala musim kemarau di galengan tambak tentang penjajah. Tentang buah kelapa yang di bawa kakek namun dirampas oleh Belanda, bahkan bonggol senapan mereka juga ikut menjadi saksi peristiwa itu. Disinilah seharusnya hati berperan penting. Rasa terimakasih akan pemberian orang lain seyogyanya melalui syukur namun setelah memperoleh buah kelapa dari kakek, mereka berniat menangkap dan menyiksanya. Hanya contoh kecil. Masih banyak sekali ribuan peristiwa tentang kemerdekaan. Bahkan setelah kemerdekaan ancaman terhadap Indonesia pun juga masih terjadi.

Kiai dawuh tentang bagaimana kita menjadi manusia yang memiliki rasa syukur. Rasa terimakasih atas jasa para pahlawan dan pejuang syuhada’ sholihin yang telah menjadi washilah akan kenikmatan meneguk air sungai yang segar, berkah daratan yang berupa hasil panen, berkah lautan berupa garam, ikan, crustacea/udang, dan lain-lain. Pernahkah kita menikmati dengan iman didalam hati saat kita memakan makanan. Sebagai contoh kecil sebutir nasi. Memang hanya sebutir nasi tapi fa dzolimun nafsiy jika kita sampai menyiakannya. Sebutir nasi berapa banyak air yang di butuhan untuk sebutir nasi? Berapa banyak campur tangan manusia mulai dari menyemai benih, merawat, mengairi, memupuk, memanen, menumbuk, merebus dan menyajikan butir padi menjadi nasi. Misal jika penjajah sampai detik ini masih ada disini apakah nikmatnya sebutir nasi dapat kita rasakan?

Banyak sekali hal bermanfaat yang bisa dilakukan dalam mengisi kemerdekaan Indonesia. Diantaranya majlis tahlil, istigosah, dan majlis khatmil quran. Teringat pesan kiai ngendika bahwa para pahlawan dan ulama yang gugur dalam perjuangan kemerdekaan adalah khusnul khotimah. Mendoakan mereka termasuk amal sholih, kebaikan yang bermanfaat. Hikmahnya berupa rasa syukur.

Sholawatullah salamullah alaa yasiin rasulillah, astagfirullah hal adzim dan dzikir kalimat Laa ilaha illallah di malam perayaan kemerdekaan Indonesia ke-70 majlis istigosah dengan dzikir ribuan jamaah kulihat seorang pemuda berderai air mata. Dia bercerita tentang kelahirannya tepat di tanggal 17 Agustus  ba’da isya. Lahir di negeri yang indah dengan pegunungan yang memanjakan, bentang alam yang menakjubkan, lautan yang terkandung di dalamnya keindahan. Sungguh karunia Maha Suci Allah dengan segala Maha karya yang Indah.

Ada sebuah cerita yang disampaikan oleh Al- Fadhil Al- Mukarrom Gus Zain tentang seorang yang ahli ibadah dan ahli puasa serta beramal sholih, kemudian wafat dalam keadaan bersujud mengagungkan Ilahi Rabb. Pada hari kebangkitan dimasukkanlah seorang hamba yang ahli ibadah tersebut ke dalam syurga. Dzat yang Maha Suci Allah Ta’ala menanyakan sebab apa seorang hamba tersebut masuk kedalam syurga. Hamba tersebut menjawab bi amal ibadatiy, dengan amal ibadahku. Allah ta’ala memberi kefahaman bahwa ia masuk syurga bukan karena amal ibadah dan amal sholih melainkan atas Rahmat Allah swt. Diperlihatkanlah rahmat Allah dengan amal ibadah hamba tersebut kemudian di timbang. Maha Suci Allah segala amal ibadah selama hidupnya ternyata tidak mampu mensyukuri nikmat mata yang telah Allah swt karuniakan. Segala bentuk ibadahpun tanpa izin Allah tentu tiada akan terlaksana.

Kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah namun dengan darah. Kemerdekaan Insonesia bukanlah pemberian akan tetapi dengan perjuangan. Pembuluh darah yang mengalirkan darah keikhlasan, darah juang, dan harapan serta cita-cita luhur Bangsa Indonesia dan fadhal serta arunia rahmat Allah swt. Indonesia Merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Kado spesial di hari istimewa untuk Indonesia Alfaatihah, semoga hikmah kita peroleh dengan hidup yang lebih baik, lebih bermanfaat, serta memberikan dampak posistif bagi orang lain, masyarakat, agama, nusa dan bangsa amin..

Kontributor: Ibnun

muhammad

Related Posts
Leave a reply