Kajian Ramadhan KMNU IPB: Tafsir Yasin (2)

Kajian Ramadhan KMNU IPB: Tafsir Yasin (2)

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang senantiasa memberikan kita kesehatan dan nikmat serta anugrah berupa islam dan iman, serta sholawat serta terlimpahkan atas junjungan Nabi Besar Muhammad Saw. Dalam kajian Tafsir Yasiin disebutkan bahwa banyak makna yang dimaksudkan dalam nama Yasiin diantara nya adalah Yaa Muhammad menurut sebagian ulama ahli tafsir adalah Yaa Sayyidil Mursalin, ada yang mengatakan Yasiin termasuk nama dari salah satu surat Alquran, sebagian ulama berpendapat juga bahwa Yasiin merupakan salah satu nama dari asma-asma Allah Swt. Dalam kitab tafsir Istabrobaadzi bahwa sesungguhnya Allah memiliki 4000 nama. 1000 nama tiada yang mengetahuinya kecuali Allah Swt, 1000 nama hanya diketahui Allah dan para malaikatnya, 1000 nama tersimpan didalam lauhil mahfudz, dan 300 nama didalam kitab taurat, 300 nama didalam kitab injil, 300 nama terdapat dalam kitab zabur, dan 100 terdapat didalam Alquranul kariim, 99 nama jelas adanya yang dikenal sebagai asma’ul husna, dan 1 nama adalah termasuk “ismul a’dzom”yang tiada mengetahui kecuali para anbiya’ dan mursaliin.

Fahum ghofiluun adalah orang yang lalai dari iman dan petunjuk.Allah SWT diturunkannya Al- Qur’an ini untuk memberikan rasa takut pada kaum. Kaum Quraisy. Mengapa ini ditunjukkan kepada kaum Qurais? Karena kaum Qurais adalah kaum yang tidak kenal rosulullah.
Diantara para anbiya’ memiliki gelar seperti:
Abul Ambiya’ adalah Nabi Ibrahim as
Abun Nass adalah Nabi Adam as
Abun Nassy adalah Nabiyyullah
Nabiyyullah disini adalah sampai pada Nabi Nuh yang mana Nabi Nuh memiliki empat putra yang disebar diseluruh penjuru dunia : Syam di Arab, kemudian ada yang di Afrika, ada yang di sebar di sebelah utara, kemudian ada yang di sebelah selatan. Suatu saat Nabi Nuh memanggil semua putranya namun ternyata yang menghadapnya hanya Syam yang lain tidak ada yang datang. Kemudian dilain waktu Nabi Nuh memanggil kembali semua putranya namun hanya Syam yang menghadapnya. Dan akhirnya dari persebaran putranya tadi ada yang menjadi bangsa arab , kemudian ada yang menjadi bangsa Afrika berkulit hitam, kemudian ada yang menjadi bangsa eropa, lau ada yang menjadi bangsa ya’juz ma’juz.
Nabi Ibrahim memiliki 2 istri: 1. Sayyidatinaa Nasaroh ( Nabi Ishak)
2. Sayyiditinaa Hajar (Nabi Ismail)
keturnan Nabi Ismail mulia karena semua anak turunannya tidak ada yang menjadi nabi kecuali sampai Nabi Muhammad SAW. Pada dasarnya doa yang paling mustajab adalah sebelum berdoa kita awali dengan suatu amal. Misalkan Bersedekah kemudian berdoa. Semua turunan Nabi Ishak semuanya menjadi nabi. Kemudian Ya’kub disuruh ayahnya Ishak untuk menyembelih kambing, kemudian akan dimasak oleh ibunya. Karena setelah itu ayahya berjanji untuk memberikan doa spesial buat Ya’kub. Lalu kata ibunya “ lipat lengan bajumu nak” kepada Ya’kub. Setelah itu Nabi Ishak memberikan doa yang mana isi doanya berikanlah silsilah nabi pada diri Ya’kub.
Golongan orang dibagi menjadi 2 yaitu arab dan non arab (Ajam) . Arab dibagi menjadi 2 yaitu aribah (asli) dan musta’ribah(Anakan). Sejak dulu belum pernah ada yang namanya arab musta’ribah. Golongan musta’ribah ini di awali dengan pernikahan antara nabi Ismail dari Palestina menikah dengan orang arab yang turunannya menjadi golongan musta’riban. Wallahu a’lam
Laqod haqqol qaulu alaa aktsarihim fahum laa yu’minuun. Mengapa Allah SWT menyuruh Nabi Muhammad SAW dakwah kepada orang- orang Qurais? Padahal Allah mampu untuk membuat semua orang beriman, dan mendengarkan da’wah Nabi Muhammad SAW? Jawabannya adalah karena Allah SWT ingin mengajarkan tawakkal. Tawakkal adalah meninggalkan ketergantungan musabab tanpa meninggalkan sebab. Orang yang meninggalkan sebab disebut fasik. Fasik adalah meninggalkan aturan Allah termaktub dalam sunnatullah. Sedangkan orang yang ketergantungan pada sebab disebut kufur. Kufur adalah menduakan Tuhan. Dan tawakal bertempat diantara keduanya. Orang yang tawakal akan diberikan rizki oleh Allah seperti riskinya seekor burung. Dimana dia keluar maka dia kembali dalam keadaan kenyang dan dapat memberikann makan kepada anak- anak beserta keluarganya. Wallahu a’lam

muhammad

Related Posts