Dr.Husin Alatas : Menyeimbangkan Tanggungjawab Bernegara dan Kewajiban Beragama

Dr.Husin Alatas : Menyeimbangkan Tanggungjawab Bernegara dan Kewajiban Beragama

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmatnya yang telah mempertemukan kita pada Seminar Nasional Membangun Indonesia di kampus Institut Pertanian Bogor tercinta ini. Serta shalawat dan salam kepada junjungan Baginda Nabi Besar Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat dan pengikutnya.

Pada kesempatan ini perkenankan saya untuk berdiri di sini, mewakili para Pembina KMNU-IPB dalam menyampaikan sambutan.

Merupakan sebuah kebahagiaan sekaligus kebanggaan bagi kami, untuk dapat melihat upaya positif yang telah dilakukan oleh para pengurus dan anggota KMNU-IPB dalam menyelenggarakan Seminar yang bertemakan “Optimalisasi Sumber Daya Manusia Perguruan Tinggi dalam Pembangunan NKRI” ini. Sebuah tema yang menurut kami sangat relevan dengan tantangan di era globalisasi dan menyongsong terbentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN dalam waktu dekat ini. Seminar yang murni merupakan gagasan mereka, sangat patut untuk diapresiasi dan merupakan bukti nyata kepedulian KMNU-IPB terhadap keberlangsungan pembangunan di republik tercinta ini

Bapak Menteri, Bapak Rektor dan hadirin yang saya muliakan…
Semenjak berdirinya, KMNU-IPB yang merupakan wadah non-formal kemahasiswaan di lingkungan Institut Pertanian Bogor, telah menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan dari waktu ke waktu. Berbagai prestasi telah berhasil ditorehkan, di antaranya adalah terpilihnya salah seorang anggota KMNU-IPB sebagai Mahasiswa Berprestasi tingkat IPB di tahun 2015 ini. KMNU-IPB pun telah menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat, salah satunya melalui pembinaan rutin anak-anak yatim di sekitar kampus IPB.

Menurut pandangan kami para pembina, KMNU-IPB memiliki keunikan tersendiri dalam kiprahnya. Keunikan tersebut salah satunya bersumber dari tantangan yang mereka hadapi saat ini, yaitu bagaimana mensinergikan antara tradisi, yang merupakan identitas para anggotanya, dengan modernisasi yang harus mereka jalani guna menggapai masa depan yang lebih gemilang. Sebuah upaya yang tidak mudah untuk dilakukan dalam era dimana informasi yang bersifat trans-nasional dapat ditemukan hingga di saku-saku mereka melalui teknologi informasi dan komunikasi.
Kami memperhatikan dengan seksama, bahwa keinginan kuat untuk maju dan kemampuan untuk beradaptasi tanpa meninggalkan identitas, telah mereka perlihatkan dengan cukup baik guna menjawab tantangan tersebut.

Bapak Menteri, Bapak Rektor dan hadirin yang saya muliakan…
Kami pun dapat merasakan betapa bersyukur dan bangganya mereka, bahwa saat ini telah mendapatkan kesempatan emas berkuliah di IPB, yang merupakan satu-satunya kampus di Indonesia dengan akses ke keanekaragaman hayati yang begitu luar biasa. IPB sebagai institusi pendidikan tinggi yang memfokuskan diri pada pengembangan keilmuan pertanian tropika dan biosains dalam arti luas, selama ini dikenal memiliki banyak lulusan yang berkarakter kewirausahaan dan kemampuan analisa kuantitatif yang kuat. Oleh karena itu, kami pun meyakini bahwa dengan penuh kesadaran mereka memandang fakta tersebut sebagai modal utama untuk melangkah ke masa depan.

Melalui filosofi Tut Wuri Handayani, di berbagai kesempatan kami selalu berusaha untuk mengingatkan kepada mereka, agar terus membina diri, memanfaatkan seluruh fasilitas yang mereka dapat di kampus ini, guna menggapai prestasi setinggi-tingginya dalam hal akademik dan kewirausahaan. Di samping itu, watak insklusif harus terus ditonjolkan, demikian pula perilaku yang menghargai pluralitas dan kebhinnekaan tanpa meninggalkan identitas. Bekerja dan belajar dengan keras dan disiplin harus menjadi ciri utama anggota KMNU-IPB.

Lewat pembinaan karakter yang berkesinambungan, para anggota KMNU-IPB diharapkan dapat secara cerdas terhindar dari pendikotomian rasa kebangsaan dan keberagamaan yang sempit. Dua hal yang selama berpuluh tahun telah ditunjukkan oleh NU sebagai dua hal yang kompatibel satu sama lain. Mereka diharapkan pula menyadari sepenuhnya arti tanggungjawab sebagai seorang warga negara Indonesia serta kewajibannya sebagai orang yang beragama.

Penyelenggaraan Seminar Nasional kali ini, bagi kami dapat dipandang sebagai sebuah indikator mulai terbentuknya pemahaman yang benar terhadap misi yang mereka emban sebagai mahasiswa IPB sesuai konteks di atas. Sebuah pemahaman yang pada gilirannya nanti in syaa Allah akan memunculkan pemimpin handal yang berakhlak, unggul, memiliki empati serta rendah hati di berbagai bidang di masyarakat, terutama di bidang ekonomi, sosial dan tentu saja pertanian.

Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan yang diberikan oleh Bapak Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada kegiatan ini. Demikian pula kepada segenap pimpinan IPB terutama Bapak Rektor IPB yang melalui kepemimpinannya telah memungkinkan mahasiswa memiliki kiprah yang bersifat nasional ini. Serta kepada pimpinan PCNU Bogor atas segala bantuannya.

Demikian kata sambutan dari kami para Pembina KMNU-IPB. Selamat berseminar dan semoga Allah SWT berkenan mencurahkan rahmatNya kepada kita semua, agar mampu merumuskan cara mengoptimalkan sumber daya manusia di Perguruan Tinggi demi tercapainya cita-cita luhur bersama, bangsa yang besar ini. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.

Wallahul muwaffiq ila aqwamit-tharieq, Wabillahi taufik wal hidayah, Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

————————————————————————————————————————————————–
Pidato sambutan perwakilan pembina KMNU IPB dalam Seminar Nasional Membangun Indonesia, 7 Juni 2015 di AHN IPB
Oleh :
Dr.Husin Alatas
Kepala bagian Fisika Teori dan Komputasi FISIKA FMIPA IPB

muhammad

Related Posts
Leave a reply