KMNU IPB : Bangun NKRI dengan Optimalkan SDM Perguruan Tinggi

KMNU IPB : Bangun NKRI dengan Optimalkan SDM Perguruan Tinggi

Pendidikan Tinggi menurut pasal 58 Undang-Undang nomor 12 tahun 2012 mempunyai fungsi dan peran sebagai wadah pembelajaran mahasiswa dan masyarakat, wadah calon pendidikan pemimpin bangsa, pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pusat kajian kebijakan dan kekuatan moral untuk mencari dan menemukan kebenaran, dan pusat pengembangan peradaban bangsa. Oleh karena itu, Pendidikan Tinggi berperan penting dalam sentra pembangunan SDM. Institut Pertanian Bogor sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia mempunyai tanggung jawab besar dalam hal ini.

Mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama IPB melalui seminar nasional dengan mengusung tema “Optimalisasi Sumberdaya Manusia Perguruan Tinggi dalam Menyongsong Pembangunan NKRI” berupaya untuk mengetahui dan memberdayakan potensi sumberdaya manusia perguruan tinggi serta membangun rasa optimisme dan rasa persatuan dalam membangun NKRI.

Kegiatan mahasiswa KMNU IPB ini didukung oleh pihak pemerintah dengan hadirnya Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. H. Mohamad Nasir PhD Ak. sebagai keynotespeaker pada Minggu (7/6) di auditorium Andi Hakim Nasution, Institut Pertanian Bogor. Selain Menristekdikti, turut hadir pula Wasekjen PBNU yang diwakili oleh KH.Adnan Anwar MA, ketua Tanfidziyah PCNU kota Bogor, Dr.Ir.H Ifan Haryanto, MSc, M.Makhdum Ak CA MIDEc (Direktur Perencanaan dan Pengembangan Dana LPDP Kemenkeu RI), Dr.Iman Sugema, M.Ec (Komisaris Utama Perusahaan Gas Negara dan dosen IPB), dan Dr.H.Rachmat Pambudy, M.Si (Komisaris Perdagangan Indonesia dan dosen IPB) sebagai pembicara pada sesi diskusi panel.

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi Islam terbesar di dunia memiliki peran penting dalam menyiapkan sumberdaya manusia yang berkualitas, yang unggul secara spiritual, dan IPB sebagai institusi Pendidikan Tinggi terdepan di Indonesia dapat menyiapkan SDM yang unggul secara intelektual. Sehingga sumberdaya manusia di Indonesia tidak hanya unggul secara intelektual saja, tetapi juga unggul secara spiritual.

Kontributor : Anik Wiati

muhammad

Related Posts
Leave a reply