MAJUNYA PETERNAKAN INDONESIA SAMA DENGAN MERANGKUL PETERNAKAN RAKYAT

MAJUNYA PETERNAKAN INDONESIA SAMA DENGAN MERANGKUL PETERNAKAN RAKYAT

وَإِنَّ لَكُمْ فِي الْأَنْعَامِ لَعِبْرَةً نُسْقِيكُمْ مِمَّا فِي بُطُونِهِ مِنْ بَيْنِ فَرْثٍ وَدَمٍ لَبَنًا خَالِصًا سَائِغًا لِلشَّارِبِينَ (66)
Artinya:
Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya. (16: 66)

Sebelum membahas tentang judul di atas perlu kita ketahui apakah itu peternakan? Apakah itu ternak?

Peternakan adalah segala urusan yang berkaitan dengan sumber daya fisik, benih, bibit dan/atau bakalan, pakan, alat dan mesin peternakan, budi daya ternak, panen, pascapanen, pengolahan, pemasaran, dan pengusahaannya.
Ternak adalah hewan peliharaan yang produknya diperuntukan sebagai penghasil pangan, bahan baku industri, jasa, dan/atau hasil ikutannya yang terkait dengan pertanian.
Setelah kita tahu apa itu peternakan dan ternak maka kita lihat di Indonesia sudahkah peternakan kita seperti pengertian di atas? Sudahkah memadainya sarana prasarana peternakan di Indonesia?
Untuk menjawab beberapa pertanyaan di atas cobalah kita melihat ke “bawah”. Melihat keadaan peternakan pada umumnya yang terdapat di Indonesia. Sudahkah memenuhi persyaratan makmurnya peternakan Indonesia di mana pemerintah mempunyai misi untuk suasembada pangan yang salah satunya dari bidang peternakan? Jika belum marilah kita bersama-sama membangun, merangkul peternakan rakyat.
Mereka mempunyai potensi yang tinggi dan semangat tetapi potensi itu belum mendapat imbangan untuk sarana prasana yang menuju ke sana. Di sanalah bibit unggul ternak itu ada. Sehingga jika hal itu bisa terlaksana maka negara akan makmur dan tidak ada masyarakat yang tidak bisa makan nasi lagi, tidak bisa makan daging lagi.
Salah satunya yaitu dengan memperhatikan peternakan rakyat. Peternakan rakyat merupakan peternakan yang mempunyai tujuan untuk tabungan pemilik ternak di waktu mendesak, belum berbasis industri dan perekonomian mandiri. Jumlah ternak pun hanya 1-4 ekor dan dipelihara sendiri. Sistem pemeliharaannya masih sederhana. Peternakan rakyat banyak ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini merupakan masalah yang perlu diberi perhatian khusus untuk kemajuan peternakan Indonesia. Jumlah penduduk yang tinggi dan kebutuhan makanan dalam hal pemenuhan protein hewani yang harus dipenuhi juga tinggi dengan tidak dimbangi peternakan yang luas dan terkontrol maka akan mengakibatkan kurangnya penyediaan bahan makanan sumber protein dan tidak terpenuhinya kebutuhan makanan tersebut.
Salah satunya dengan adanya Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) yang didirikan oleh IPB, yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan semenjak diresmikannya salah satu daerah SPR oleh Presiden Jokowi. IPB mendirikan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) untuk mewujudkan harapan tersebut dengan mengusung motto SPR1111 yang berarti 1000 ekor betina produktif, 100 ekor pejantan, 10 strategi, dan 1 visi yaitu mewujudkan peternak yang berdaulat.

Makna “Daulat Peternak” adalah peternak yang bedikari (berdiri di atas kaki sendiri) untuk mengembangkan ternak bagi kesejahteraan peternak.
Terdapat 10 strategi yang dipegang sebagai acuannya yaitu:
Setiap tahun satu pedet dari seekor induk
Perbanyak induk beranak
Reproduksi dan kesehatan ternak diperiksa secara periodik
Sediakan pakan secara berlebih
Pergunakan hasil-samping pertanian untuk pakan bergizi
Racik ransum dengan kandungan nutrisi seimbang
Susun program pemuliaan secara sistematis dan terstruktur
Produktivitas ternak diukur secara periodik
Restrukturisasi dan reorganisasi kelompok menjadi usaha bisnis kolektif dalam satu manajemen
Ikuti Petunjuk Berbisnis kolektif berdasar arahan para pakar
Maksimal 100 Ekor Pejantan, penggunaan pejantan akan lebih efisien jika diganti dengan sperma/mani beku. Efisiensi dapat dicapai karena terdapat pengurangan biaya pakan dan tenaga untuk pemeliharaan pejantan. Minimal 1000 Ekor Induk, keberadaan betina produktif merupakan hal penting dalam suatu peternakan karena betina dapat diibaratkan sebagai pabrik penghasil pedet. Dalam hal ini, dapat dilakukan rekayasa reproduksi.
Logo SPR dan Maknanya

Bulatan kecil warna kuning sebanyak 34 buah merepresentasikan peternak berskala kecil di 34 propinsi di Indonesia yang ingin makmur;
Satu bulatan besar berwarna kuning dibalut garis hijau merepresentasikan satu visi peternak untuk bersatu dan berdaulat melalui usaha kolektif dalam satu manajemen dan bisnis dalam mencapai kemakmuran;
Panah ke atas berwarna oranye menunjukkan kebersamaan seluruh peternak berskala kecil untuk bersatu dan berdaulat menuju kemakmuran bersama dengan memperhatikan kesehatan peternak, kesehatan ternak, dan kesehatan lingkungannya;
Bentuk segitiga sama sisi berwarna biru menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan di bidang breeding (pemuliaan), feeding (pakan), dan manajemen (tata laksana) menjadi landasan yang digunakan dalam usaha peternakan; dan pada aspek peternak merepresentasikan adanya pengetahuan yang dapat menimbulkan kesadaran untuk melakukan tindakan;
Tulisan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) berwarna merah menunjukkan keberanian dalam berpikir dan bertindak dalam menentukan kemandirian; dan
Angka 1111 berwarna merh dalam bulatan besar berwarna kuning menunjukkan bahwa setiap SPR terdapat minimal seribu ekor ternak indukan, maksumim seratus pejantan, melaksanakan sepuluh strategi, untuk mencapai satu visi “peternak berdikasi, bersatu, dan berdaulat”
Sekolah Peternakan Rakyat dibangun dengan prinsip kebersamaan, yaitu secara bersama membangun kebersamaan dalam berbisnis ternak, mengelola ternak dengan prosedur operasional yang sama, serta diskusi bersama dalam menyelesaikan setiap masalah. Prinsip kedua dalam membangun SPR adalah pengorganisasian. SPR di seluruh Indonesia menjalankan bisnis dengan system yang sama. Sistem ini dapat dibangun dengan organisasi yang rapi, solid, dan kompak.
Anggota SPR juga perlu melakukan penguatan kapasitas untuk meningkatkan pengetahuan tentang beternak. Untuk itu, kegiatan belajar-mengajar diterapkan sesuai permintaan peternak, baik materi maupun tempat belajarnya. Kegiatan belajar-mengajar melakukan metode pengajaran sederhana dan mengutamakan praktek agar pesan dan pemikiran para pakar sampai kepada peternak. Hal ini memungkinkan rekan sesama peternak dapat menjadi guru SPR setelah menguasai materi pembelajaran.
Dengan prinsip-prinsip tersebut, peserta SPR akan memperoleh keuntungan sebagai berikut.
Semua peternak akan cerdas dan terampil
Pemerintah memfasilitasi sarana prasarananya
Ragam ilmu dan teknologi diperoleh dari para cerdik pandai
Semangat dalam kebersamaan meningkat karena ada kegiatan ekonomi
Perbaikan kondisi ternak dan lingkungannya semakin nyata
Raih prestasi karena didampingi para ahli
Struktur organisasi SPR setidaknya terdiri dari Dewan Perwakilan Pemilik Ternak (DPPT) dan Manajer, dimana manajer bertanggung jawab kepada DPPT. Sedangkan regulasi dibuat oleh, dari, dan untuk peternak.

Durasi SPR dan Outputnya
Kesuksesan pelaksanaan SPR akan mendukung terbentuknya perusahaan bisnis kolektif, tentunya dengan didukung oleh sumber pembiayaan (bank dan non bank) serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Perusahaan kolektif ini dapat menghasilkan ternak maupun produk peternakan seperti bibit, jantan/betina produktif, bakalan, pupuk, dan lainnya.
Dengan terbentuknya SPR, kedepannya akan terbentuk perusahaan kolektif dan tidak ada pedagang perantara. Perusahaan kolektif ini memiliki mitra-mitra untuk menjual ternak atau daging ke pasar. Disini, pemerintah juga sebaiknya memberikan bea masuk terhadap daging, bakalan, dan betina produktif. Bea masuk tidak dikenakan pada ternak bibit.

Untuk membantu berjalannya program SPR maka peran mahasiswa juga dibutuhkan, mahasiswa peternakan secara teknisnya dan mahasiswa lainnya yag berkenan. Cara yang dapat ditempuh mahasiswa turun lapang ke peternakan rakyat untuk mengetahui kondisi, memberi bantuan dan solusi jika diperlukan serta mengarahkan peternakan yang ada dan juga memotivasi. Memberikan sosialisasi seputar peternakan seperti nutrisi yang baik untuk ternak, sistem perkandangan yang cocok di daerah tersebut, sistem pemeliharaan dan perkembangan peternakan di Indonesia, meyakinkan masyarakat perihal masa depan dan apa peternakan yang sesungguhnya, menguatkan organisasi yang telah ada dan saling mendukung. Melakukan penyuluhan kepada peternak dan masyarakat tentang hal yang telah disosialisasikan. Mengajak peternak untuk bekerja sama dengan pihak wewenang dalam hal peternakan terkait ternak yang dimiliki untuk mengontrol perkembangan ternaknya.

Oleh: Tuning Oktavia
Referensi: https://spr1111.wordpress.com/
images : http://thepresidentpostindonesia.com

muhammad

Related Posts
Leave a reply