Air dan Kehidupan

Air dan Kehidupan

Bagaimana mungkin bumi haus air ? bukankah pada penampakan citra satelit bumi diselimuti dengan air ? karena 97,3 persen air laut yang tidak dapat dikonsumsi oleh manusia dan hanya kurang dari 3 persen komponen air tawar yang memadai untuk konsumsi sehari-hari.

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu kemudian kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air kami jadikan segala ssuatu yang hidup maka mengapakah mereka tiada juga beriman (QS Al-anbiya’: 30)”

Proporsi terbesar volume air tawar tersebut (2,1 persen) berupa gunung es yang ada di kutub. Air tawar yang ada di sungai, dana, sawah yang dimanfaatkan manusia hanya 0,5 persen. Air tawar yang memadai untuk konsumsi manusia semakin sedikit hanyaa 0.003 persen (Jeffries dan Mill 1996 dala Effendi 2012). Kelangkaan yang terjadi melatar belakangi di peringatinya Hari Air Sedunia pada anggal 22 Maret, air berperan secara vital dalam kehidupan dibumi.
Air dan pangan. Kebutuhan manusia akan air sangat lah besar. Air sebagai air minum, memasak mandi mencuci, namun kebutuhan manusia terhadap air secara tidak langsung proporsinya lebih besar yaitu 70 persen, memproduksi bahan pangan. Penggunaan air secara langsung dan tidak langsung disebut dengan water footprint dan berdasarkan pada pemakaian air secara langsung dan tidak langsung. water footprint dalam bidang peternakan,untuk memproduksi daging sapi di tentukan mulai dari kebutuhan air rerumputan sebagai pakan sapi hingga proses penyembelihan dan pemprosesan dagingnya. Penggunaan air secara tidak langsung untuk kebutuhan pangan. Misalnya dalam memproduksi gandum membutuhkan 1.500 liter air, segelas susu membutuhkan 200 liter air, sebutir telur butuh 135 liter air, sebiji tomat buah butuh 13 liter air (FAO water 2012 dalam Effendi 2012).

Produksi bubidaya yang saat ini berkontribusi 25 persen atas produksi ikan di dunia membutuhkan jumlah air yang tidak sedikit. Di negara berkembang penggunaan air untuk pertanian mencapai 95 persen. Kebutuhan air akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan pasokan dan konsumsi bahan pangan. Peranan air dalam pangan, pangan sangat dibutuhkan oleh manusia dan makhluk Allah yang lain, dengan adanya pangan kebutuhan kita dapat terpenuhi, makan, minum, dan memcuci. Dalam makan kita mendapatkan energi dengan energi kita dapat melakukan kegiatan aapun, termasuk beribadah kepada Allah. Dengan Air kita dapat membersihkan diri, dalam beribadah salah satu hal yang harus diperhatikan adalah suci dari hadast besar dan kecil. Betapa penting penanan air dalam kehidupan kita, baik dari segi umum ataupun agama.

Kelangkaan air seringkali diderita oleh masyarakat yang berada di daerah kering dan semikering yang sangat bergantung pada lamanya musim kering yang terjadi akibat fenomena perubahan iklim. Konsekuensi dari kelangkaan air ini akan semakin kritis terkait dengan kebutuhan pangan akan manusia meningkat setiap tahunnya (FAO water 2006 dalam Effendi 2012). Terdapat 40 persen penduduk bumi yang mengalami kelangkaan air bersih. Menurut prediksi ada 1.8 miliar manusia pada 2025 akan terpapar pada kelangkaan air secara absolut.
Salah satu sumber air adalah hujan. Dalam siklus hidrologi hujan terjadi akibat air yang bergerak ke permukaan dan jatuh sebagai hujan. Hujan merupakan salah satu nikmat yang Allah berikan kepada hambaNya. Namun tidak semua orang dapat merasakan nikmat tersebut. Sebagian dari mereka dapat merasakannya, dan demikian pula hewan-hewan yang ada di sekeliling mereka juga dapat merasakan nikmat dari turunnya hujan. Dan ada pula sebagian mereka, Allah tidak menurunkan hujan sehingga mereka pun hidup dalam kesengsaraan dan kekeringan. Mereka berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dalam rangka untuk mencarinya.sebagai seorang muslim kita harus selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan. Dalam sebuah hadist dikatakan bahwa, sesungguhnya Allah akan memberikan azab yang paling pedih kepada orang yang tidak menyukuri nikmatnya.

FAO water (2012) dalam Effendi 2012, merekomendasikan penggunaan sistem irigasi dan kombinasi antara irigasi dan air hujan, yang semuanya di sinergikan dalam good agricultural practices. Penggunaan air limbah yang telah diolah secara seksama pada kegiatan pertanian di daerah urban, penggunaan keramba jaring apung, sistem kolam air deras, dan mina padi pada kegiatan perikanan budidaya. Sistem resirkulasi dalam kegiatan perikanan budidaya dapat mereduksi kegiatan air hingga 95 persen.

Integreted water resource management (2012) Effendi 2012 di Johannesburg memformulasikan program menghadapi kelangkaan air dengan;
1. Strategi dan program pengolahan terpadu lembah sungai dan air tanah.
2. Memperbaiki efisiensi penggunaan air demi mengurahi kehilangan air dan meningkatkan daur ulang air sembari melakukan preservasi dan restorasi ekosistem
3. Program mitigasi megurangi pengaruh dari kegiatan yang berdampak terhadap air
4. Diseminasi teknologi konservasi sumberdaya air nonkonveksional dan penigkatan kapasitas kelembagaan bagi negara yang didera kelangkaan air dan menuju pada disertifikasi.

Kontributor : Naila Khuril Aini
Artikel digunakan sebagai bahan materi diskusi Nahdlatul Fikr Jum’at sore pukul 16.00 – 17.30

Daftar pustaka
Effendi H. 22 Maret 2012. Bumi Haus Air. Di dalam: Kompas : kolom (1-4).

muhammad

Related Posts
Leave a reply