Menyikapi Media Masa di Era Informasi

Menyikapi Media Masa di Era Informasi

Jum’at, 19 Desember 2014, kali ini forum diskusi Nahdlatul Fikri mencoba mengulas sebuah tema yang sangat penting dalam era saat ini. Tema kali ini mengenai “ Media Komunikasi”. Yah, dimana kita tahu, sekarang ini eranya adalah era hybrid, dimana begitu mudahnya untuk berkomunikasi, mencari apapun yang kita mau. Dunia kini ada dalam genggaman tangan kita.

Dengan smartphone yang kita punya, kita bisa dengan mudah dan dengan cepat berinteraksi dengan siapapun, kapanpun, dimanapun, seolah-olah tanpa batas, melintasi batas ruang dan waktu. Ada sebuah cerita, ceritanya begini “ Jika dahulu saat era 80an, ketika saya masih menjadi seorang anak, yang serba tahu adalah Bapak. Tapi lihat, sekarang ini, ketika saya menjadi seorang Bapak, anak saya jauh lebih tahu. Era hybrid ini mempermudah kita mencari tahu segala sesuatu. Orang-orang semakin instan untuk mendapatkan informasi apapun. Jika zaman dahulu orang belajar kepada seorang guru untuk menanyakan sesuatu,atau membaca dari buku aslinya sebagai literature, sekarang ini tinggal tanya saja ke “Mbah Google” semuanya seakan Beres. Jika melihat media massa sekarang ini, baik cetak maupun elektronik kebanyakan berita yang ditampilkan mengenai politik, sport, dan entertainment. Sedikit sekali yang mengangkat tema pertanian, pendidikan, ataupun kebudayaan bangsa yang masih sangat banyak untuk diungkap ke permukaan. Ranah politikpun sekarang ini sudah melebar mencakup banyak hal. Sayangnya, berita politik ini banyak yang menimbulkan dua kubu yang pro dan kontra, bahkan tidak sekedar itu saja, berita dapat menggiring opini public dan dapat memanaskan suasana kalangan khalayak, dimana tidak semua orang dapat menyikapi dengan bijak berita yang ada. Sekarang ini, dalam dunia jurnalistik terkesan berita yang buruk malah menjai berita yang bagus untuk disebarkan. Istilah “Bad News is Good News” memang terbukti dengan semakin banyaknya berita-berita yang isinya mengumbar kejelekan seseorang, yang bahkan terkadang berita tersebut tidak benar. Padahal, salah satu syarat suatu berita adalah factual, yaitu sesuai dengan fakta. Sebagai seorang cendekiawan, tidak patut jika kita terbawa arus berita seperti itu. Kita tekankan lagi “Good News is Good News”. Kita harus berprinsip menyampaikan “KEBENARAN” . Ketika membaca media masa, yang paling penting adalah informasi yang ada apakah berasal dari sumbernya langsung atau hanya dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Jika zaman dahulu orang kurang percaya dengan berita yang “ katanya, katanya”, sekarang ini sangat susah dibedakan mana yang katanya dan mana yang asli. Orang sekarang “Sotoi” atau sok tahu . Orang-orang dengan mudahnya menerima berita dan percaya begitu saja, tidak kroscek ke orangnya secara langsung. Bahkan semakin ke sini, semakin terlihat kecenderungannya, sehingga menambah ragu kita untuk mempercayai suatu berita di media masa jaman sekarang ini. Itu berita dapat dipertanggungjawabkan atau tidak, karena kebanyakan “Sebar dahulu, kroscek belakangan”. Seharusnya sebelum berita disebar ke khalayak, berita tersebut harus di kroscek kebenarannya terlebih dahulu. Nah, lalu apa yang harus kita lakukan untuk mengisi era informasi sekarang ini? Sebagai seorang cendikiawan, kita dapat memanfaatkan segala media sosial yang ada untuk menyebarkan virus-virus kebaikan. Kita bisa share foto-foto yang dapat menggugah kesadaran , memberikan informasi tentang ilmu yang kita pelajari, misalnya kita yang berasal dari Kampus Pertanian ini, cobalah menulis yang berkaitan dengan pertanian, dan share ke public. Kita harus ingat, tantangan sekarang ini adalah bagaimana suatu media massa bersikap netral dan damai. Karena kita tahu, media-media sekarang ini dipegang oleh orang-orang tertentu demi kepentingan orang tersebut. Oleh karena itu, bagi kita yang sudah tahu, mari berselancar di dunia hybrid ini dengan bijak, dan memberi tahu kepada orang-orang disekitar kita tentang bagaimana menyikapi media masa di era sekarang ini, agar tidak menimbulkan perpecahan.

muhammad

Related Posts
Leave a reply