Memaknai Toleransi Umat Beragama dengan Memperkuat Aqidah

Memaknai Toleransi Umat Beragama dengan Memperkuat Aqidah

Toleransi dalam beragama sangatlah vital dalam kondisi negara kita Indonesia yang multikultural. Kita sebelumnya harus bertanya pentingkah toleransi dalam beragama?  Tentu jika kita termasuk orang-orang yang cinta perdamaian dan iman akan Tuhan telah dewasa tentu toleransi sangatlah penting untuk dijunjung tinggi. Di negara tercinta ini telah jelas mengakui adanya agama dan adanya beberapa agama yang diakui.

Sebagai bangsa yang besar dan kaya akan budaya dan perbedaan kita harus mulai belajar untuk melakukan toleransi terhadap orang yang berbeda pandangan dengan kita. Itulah yang menjadi landasan dan semboyan negara ini “BHINNEKA TUNGGAL IKA”. Allah berfirman :
yang artinya : “Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal” (Q.S.Al Hujurot{49}:13).
Mengapa Toleransi Dalam Beragama di Indonesia Sangat Penting?
Toleransi umat beragama sangat penting untuk menjaga kesatuan bangsa kita. Tujuan yang lebih luasnya lagi untuk menjaga perdamaian dunia. Setiap orang akan sangat sensistif terhadap masalah agama. Oleh karena itu sangat disayangkan sekali kalau banyak nyawa yang akan mati disebebkan oleh perbedaan pandangan yang sejatiya memang berbeda. Jadikan perbedaan itu indah adalah pola pkir yang baik untuk mengawali misi penting menjaga kerukunan antar sesama.

Toleransi Agama dengan Prespektif Islam
Toleransi beragama dalam prespektif Islam telah lama dijunjung, Gus Dur pernah berkata, bahwa toleransi umat muslim pada agama lain di Indonesia (termasuk yang minoritas) akan dibalas dengan toleransi dari agama lain untuk umat muslim minoritas kita di Negara lain. Pemikiran yang jauh kedepan untuk kemaslahatan bersama.
Bahkan Toleransi antar umat beragama telah diajarkan dan dicontohkan oleh Rosulullah SAW kepada para sahabat dan seluruh umat-Nya. Pada masa pasca perang badar, pasukan muslim telah berhasil menawan pasukan kafir, banyak para shahabat yang menginginkan tawanan tersebut dibunuh, namun kebijakan Rasul berbeda justru Rasul meminta agar tawanan-tawanan perang itu dibebaskan.
Agama Islam membolehkan umatnya untuk berhubungan dengan pemeluk agama lain, bahkan toleransi antar umat beragama sangat dianjurkan oleh Rosulullah SAW. Batasan toleransi antar umat beragama yang dianjarkan oleh Rosul SAW adalah dalam batasan mu’amalah, yaitu hubungan kerja sama dalam hal kemanusiaan. Sedangkan toleransi yang menyangkut dalam hal ibadah dan aqidah Islam secara tegas melarangnya. Firman Allah :
Yang artinya : 1). Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, 2). Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. 3). Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. 4). Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, 5). Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. 60. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.” (Q.S. Al Kafirun {109} : 1 – 6 ).
Toleransi beragama dapat dilakukan dengan landasan aqidah yang kuat. Sehingga kebaikan tersebut tidak menimbulkan keraguan pada diri sendiri maupun prespektif masyarakat. Masalah Muamalah kita harus tetap bergaul akrab, tetapi maslah ibadah dan aqidah tidak boleh dicampur adukkan. Dengan beribadah masing-masing itulah kerukunan antarumat beragama tetap utuh dengan menumbuhkan rasa tenggang sara, sebagaimana butir-butir Pancasila. Atau disebut toleransi dalam agama yakni membiarkan orang lain beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing, selama tidak menganggu kita. Semoga kita dapat menjadi bangsa besar yang beradab dengan menjunjung tinggi persatuan dan kerukukan antar sesama golongan.

muhammad

Related Posts
Leave a reply