Sholat Jama’ dan Sholat Qoshor – SHOLAT JAMA’ DAN SHOLAT QOSHOR

Sholat Jama’ dan Sholat Qoshor – SHOLAT JAMA’ DAN SHOLAT QOSHOR

Qoshor berasal dari bahasa arab yang artinya meringkas. Sholat qoshor adalah meringkas sholat dari 4 (empat) rakaat menjadi 2 (dua) rakaat. Jama’ berasal dari kata bahasa arab yang artinya mengumpulkan. Sholat jama’ adalah mengerjakan 2 (dua) sholat fardlu dalam satu waktu. Jika dikerjakan pada waktu yang pertama disebut jama’ taqdim, dan jika di kerjakan pada waktu sholat yang kedua disebut jama’ ta’khir. 

Musafir (orang bepergian) untuk mengqoshor sholat yang memiliki 4 (empat) rokaat dengan syarat : |1| tujuan bepergian bukan dalam hal kemaksiatan, |2| jarak yang dituju dalam bepergian minimal 2 marhalah (84 mil), |3| selama perjalanan bertepatan dengan sholat yang rakaatnya berjumlah 4, |4| berniat untuk mengqoshor sholat saat takbirotul ikhrom, |5| tidak bermakmum kepada muqim. Selain mengqhosor, Musafir juga diperkenankan untuk menjama’ antara 2 sholat. Sholat yang bisa dijama’ adalah sholat dzuhur dengan sholat ashar, sholat maghrib dengan sholat isya’. Adapun waktu pengerjaan sholatnya bisa dilakukan pada sholat yang pertama maupun sholat yang kedua. Dalam keadaan dhorurot (hujan badai, banjir besar) orang yang bermukim juga dioerkenankan untuj menjama’ sholat. Namun dalam pengerjaannya harus dilakukan pada waktu sholat yang pertama.

 

Keterangan:

– Dua Marhalah (81 KM)/perjalanan dua hari / 16 farshah (Syafi’iyah, Malikiyah, dan Hanabilah)

– Tiga Marhalah (243 KM)/ perjalanan 3 hari (Hanafiyah)

-Diperbolehkan untuk menggabungkan antara jama’ dan qoshor sholat bagi musafir

Tambahan: marhalah itu dihitung dari tempat berangkat ke tempat tujuan, bukan jarak (skalar) perjalanan akan tetapi perpindahan (vektor) perjalanan.

Semoga bermanfaat, 🙂

 

-Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama IPB-

muhammad

Related Posts
Leave a reply