HUKUM ORANG KAFIR MASUK KE DALAM MASJID

HUKUM ORANG KAFIR MASUK KE DALAM MASJID

‪#‎Pertanyaan‬
Apa orang kafir boleh masuk ke mesjid?
-M. Fahmi Amir (FMIPA IPB)

‪#‎Jawaban‬
Semoga kesejahteraan dan lindungan Allah senantiasa tercurah untuk Ust. Fahmi yang mulia. Guru sekaligus kakak kelas saya yang saya hormati.

Bismillah… saya mencoba menjawab, mohon dikoreksi jika salah

Di dalam madzab Syafi‘iyyah, orang kafir diperbolehkan masuk ke dalam masjid dan berdiam di dalamnya dengan izin orang islam yang baligh dan berakal, meskipun orang kafir tersebut dalam keadaan junub, kecuali Masjidil-Haram.

Imam Asy-Syafi’i رحمه الله تعالى didalam kitab Al-Umm berkata :
ولا بأس أن يبيت المشرك في كل مسجد إلا المسجد الحرام فإن الله عز وجل يقول {إنما المشركون نجس فلا يقربوا المسجد الحرام بعد عامهم هذا}
“Tidak mengapa orang musyrik menetap di dalam seluruh masjid kecuali masjidil haram, sebab Allah berfirman : ‘Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil-Haram sesudah tahun ini’ (QS. al-Taubah : 28).”

Kebolehan non-muslim masuk masjid juga berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim berikut ini :
بعث رسول اللَّهِ خَيْلًا قِبَلَ نَجْدٍ فَجَاءَتْ بِرَجُلٍ من بَنِي حَنِيفَةَ يُقَالُ له ثُمَامَةُ بن أُثَالٍ فَرَبَطُوهُ بِسَارِيَةٍ من سَوَارِي الْمَسْجِدِ
“Rasulullah صلى الله عليه و آله و سلم mengutus pasukan berkuda ke arah Nejd, mereka datang kembali dengan seorang laki-laki Bani Hanifiah bernama Tsumanah Bin Utsal, kemudian mereka mengikatnya pada salah satu tiang masjid.”

Imam An-Nawawi رحه الله تعالى di dalam Syarah Shahih Muslim mengatakan :
وفي هذا جواز ربط الأسير وحبسه وجواز إدخال المسجد الكافر ومذهب الشافعي جوازه بإذن مسلم سواء كان الكافر كتابيا أو غيره وقال عمر بن عبد العزيز وقتادة ومالك لا يجوز وقال أبو حنيفة رضي الله عنه يجوز لكتابي دون غيره ودليلنا على الجميع هذا الحديث وأما قوله تعالى إنما المشركون نجس فلا يقربوا المسجد الحرام فهو خاص بالحرم ونحن نقول لا يجوز إدخاله الحرم والله أعلم
“Dalam hal ini boleh hukumnya mengikat tawanan dan menahannya, serta boleh hukumnya orang kafir (non-muslim) memasuki masjid. Madzhab Asy-Syafi’i memperbolehkannya dengan syarat ada izin dari orang islam, sama saja terhadap kafir kitabiyah (ahli kitab) atau orang kafir lainnya. Namun, Umar bin Abdul ‘Aziz, Qatadah dan Imam Malik tidak memperbolehkannya. Sedangkan Imam Abu Hanifah mengatakan boleh bagi kafir kitabiyah, tidak yang lainnya. Adapun firman Allah ‘Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis , maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram’, itu maksudnya khusus dengan al-Haram, dan kami telah mengatakan tidak boleh orang kafir memasuki masjidil Haram, wallahu a’lam.”

Imam Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Atsqalani di dalam Fathul-Bari juga berkata :
وفي دخول المشرك المسجد مذاهب فعن الحنفية الجواز مطلقا وعن المالكية والمزني المنع مطلقا وعن الشافعية التفصيل بين المسجد الحرام وغيره للآية وقيل يؤذن للكتابي خاصة وحديث الباب يرد عليه فإن ثمامة ليس من أهل الكتاب
“Dalam masalah orang musyrik memasuki masjid terdapat beberapa pendapat. Madzhab Hanafiyah membolehkan secara mutlak, madzhab Malikiyah dan Al-Muzani melarang secara mutlak, madzhab Syafi’iyah merinci antara memasuki Masjidil-haram dan masjid lainnya berdasarkan ayat al-Qur’an (QS. al-Taubah : 28). Ada pula pendapat, mengizinkan khusus bagi orang kafir kitabi, namun bab hadits ini membantah pendapat tersebut, sebab Tsumanah Bin Utsal bukan orang kitabi (bukan ahli kitab, tapi orang kafir).”

Imam An-Nawawi رحمه الله di dalam Raudlatuth Thalibin :
أما الكافر فلا يمكن من دخول حرم مكة بحال، سواء مساجده وغيرها. وله دخول مساجد غير الحرم بإذن مسلم. وليس له دخولها بغير إذن على الصحيح..
“Orang kafir tidak diperbolehkan memasuki Al-Haram Makkah dengan keadaan apapun, sama saja pada masjidnya atau lainnya. Namun, boleh bagi orang kafir memasuki masjid-masjid yang lainnya dengan izin orang Islam, bukan masuk tanpa izin.”

Demikian kebijaksanaan para Imam kita, khususnya dalam mazhab Syafi’iyah yang masyhur di Indonesia. Saya tidak berani memberi komentar apapun, biarlah qaul (perdapat) ulama kita murni, sebab saya takut karena ini bidang fiqh dan hadis yang cukup rumit.

Bogor, 6 Muharram 1436
TIM KAJIAN KMNU IPB (adhli_alkarni)

Nb. Silakan disebarkan sebagai ilmu dan amal jariyah.
Wal-‘afw minkum

muhammad

Related Posts
Leave a reply