Mazhab Asy’ari Berkontribusi Besar dalam mencegah Terjadinya Pertumpahan Darah

Mazhab Asy’ari Berkontribusi Besar dalam mencegah Terjadinya Pertumpahan Darah

Mazhab Asy’ari –yang merupakan mazhab mayoritas umat Islam—adalah mazhab yang memberikan harapan kepada manusia dan pelaku maksiat dari kalangan mukminin untuk mendapatkan maaf, ampunan, dan rahmat Allah Ta’ala. Mazhab inilah yang mencerminkan kemudahan dan kasih sayang agama ini terhadap para pemeluknya. Siapapun yang membaca bagian pendahuluan kitab imam Abu Hasan al-Asy’ari –radhiyallahu ‘anhu—yang berjudul ‘Maqaalaat al-Islaamiyyiin’ pasti akan kagum dengan toleransi agama Islam yang tercermin dari penuturan sang imam. Hal itu karena imam Abu Hasan mengumpulkan semua perkataan, pendapat, dan perbedaan yang terjadi di tengah umat Islam, dan mengodifikasikannya dalam sebuah karya yang diberi judul ‘Maqaalaat al-Islaamiyyiin wa Ikhtilaafaat al-Mushalliin’. Coba dengarkanlah paparan beliau pada bagian pendahuluan kitab ini, beliau berkata: “Umat Islam berbeda pendapat sepeninggal Nabi SAW dalam banyak hal. Masing-masing dari mereka saling menyesatkan dan berlepas diri dari yang lain. Akhirnya mereka terpecah-belah menjadi banyak kelompok. Akan tetapi ajaran Islam dapat menyatukan mereka dan mendamaikan perbedaan di antara mereka.” Perkataan ini patut untuk selalu diingat oleh semua ulama saat terjadinya perpecahan di tengah umat Islam seperti sekarang ini.
Mazhab Asy’ari ini telah berkontribusi besar dalam mencegah terjadinya pertumpahan darah, perampasan harta, dan penodaan kehormatan umat Islam, yang telah diharamkan oleh Nabi SAW dalam sabdanya: “Setiap muslim atas muslim yang lain haram darah, harta, dan kehormatannya.” Dalam sebuah hadis yang lain beliau bersabda: “Wahai manusia sekalian, sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kalian haram (suci) atas sesama kalian seperti kesucian hari kalian ini.” Mazhab Asy’ari ini merupakan mazhab yang memiliki pandangan ideal bagi manusia yang secara tabiat kerap melakukan kesalahan, sebagaimana sabda Nabi SAW: “Setiap anak Adam pasti melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah orang yang bertobat.”
Grand Shaikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Thayyib

muhammad

Related Posts
Leave a reply